Senin, 01 DESEMBER 2025 • 11:30 WIB

Bahaya Poles Cat Mobil Terlalu Sering, Bukannya Kinclong Malah Rusak!

Author

Ilustrasi memoles cat mobil. (freepik)

INDOZONE.ID - Tidak sedikit, pemilik kendaraan yang ingin mobilnya selalu terlihat mengilap, sehingga melakukan polishing secara rutin.

Padahal, ada bahaya poles cat mobil terlalu sering yang perlu disadari. Berikut beberapa efek samping terlalu sering poles mobil yang bisa merusak lapisan cat dan mengurangi daya tahannya.

Efek Samping Terlalu Sering Poles Mobil

Ilustrasi poles cat mobil. (freepik)

1. Clear Coat Bisa Terkikis

Lapisan clear coat menjadi pelindung terpenting bagi cat mobil dari panas matahari dan goresan ringan. 

Poles bekerja dengan cara mengikis sedikit permukaan clear coat agar bekas goresan tersamarkan. Namun, jika dilakukan berulang dalam waktu dekat, lapisan ini akan terus menipis.

Pada akhirnya, cat menjadi lebih cepat kusam dan rentan rusak. Karena itu, pol es mobil berapa kali idealnya perlu diperhatikan.

Sebaiknya hanya dilakukan saat benar-benar diperlukan, bukan karena ingin tampil mengilap setiap waktu.

Baca juga: Microfiber vs Kanebo, Mana yang Lebih Aman untuk Menjaga Kilau Cat Mobil?

2. Swirl Mark dan Hologram Bisa Muncul

Alih-alih makin mulus, teknik polishing yang salah bisa menimbulkan swirl mark dan hologram pada permukaan cat. 

Goresan melingkar ini muncul karena tekanan alat yang tidak tepat atau pad buffing yang kotor. Kondisi seperti ini biasanya baru terlihat saat terkena cahaya matahari.

Jika terus mengandalkan poles sebagai solusi, clear coat makin terkikis dan masalah tidak kunjung selesai. Inilah efek samping terlalu sering poles mobil yang banyak tidak disadari para pemilik kendaraan.

Baca juga: 5 Cara Merawat Cat Mobil Warna Hitam Supaya Tetap Kinclong dan Gak Kusam, Wajib Diperhatikan!

3. Dampak Jangka Panjang Lebih Merugikan

Jika lapisan clear coat sudah terlalu tipis, satu-satunya solusi adalah melakukan pengecatan ulang (repaint). 

Biayanya tentu lebih tinggi dan hasilnya belum tentu menyamai cat bawaan pabrik. Selain itu, mobil biasanya mengalami penurunan nilai jual, jika pernah di repaint secara luas.

Untuk menghindarinya, pemilik perlu memahami cara poles mobil yang benar dan aman. Salah satunya adalah memakai produk non-abrasif, alat yang bersih, serta dilakukan oleh teknisi profesional bila diperlukan.

Poles memang bisa menjaga tampilan mobil tetap kinclong, tetapi jika dilakukan terlalu sering, dampaknya justru mempercepat kerusakan cat. 

Jadi, untuk mengetahui poles mobil berapa kali idealnya, yaitu hanya saat cat benar-benar butuh perbaikan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Augustman.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU