Senin, 08 DESEMBER 2025 • 15:24 WIB

Tips Mental Kuat ala Teknisi Motor Asal Sumut yang Tembus Podium Dunia

Author

Robet B. Simanullang, montir Yamaha, sukses mencatat prestasi besar di World Technician Grand Prix (WTGP) 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Robet B. Simanullang, montir Yamaha, sukses mencatat prestasi besar di World Technician Grand Prix (WTGP) 2025.

Berlangsung di markas Yamaha Motor Co. Ltd., Iwata, Jepang, kompetisi ini mempertemukan teknisi motor terbaik dunia.

Di kelas commuter (matik), Robet bersaing dengan 13 peserta lain. Total ada 22 teknisi dari 19 negara yang ikut dalam ajang bergengsi tersebut.

WTGP 2025 menguji dua kemampuan sekaligus, yakni technical skill dan customer relations.

Pada sesi technical skill, peserta harus memperbaiki kerusakan motor menggunakan Yamaha Diagnostic Tools (YDT) dalam waktu terbatas.

Robet justru tampil menonjol, bahkan menyelesaikan tugas lebih cepat dari batas waktu.

Setelah itu, masuk ke tahap customer relations. Sesi ini menilai cara teknisi menghadapi pengguna, dari komunikasi sampai solusi yang diberikan.

Kombinasi kemampuan teknis dan pelayanan ini membawa Robet naik ke podium, sebagai juara 3.

Teknisi Yamaha Robet Simanullang raih juara 3 WTGP 2025 di Jepang. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Baca juga: Teknisi Yamaha dari Sumut Tembus Dunia, Robet Simanullang Juara 3 WTGP

Kunci Mental Kuat

Menurut Robet, tekanan mental justru menjadi tantangan terbesar. Persaingan ketat, peserta dari berbagai negara, dan kamera di setiap sudut membuat suasana kompetisi semakin intens.

"Sampai di sana itu memang ada sedikit nervous juga, tapi kita punya team yang sangat mendukung dan memberikan support yang luar biasa," kata Robet.

Ia juga menyebut latihan menjadi fondasi penting.

"Dan tiap hari juga kita setara berlatih berbual dan berbagi pelancaran. Dan, perasaan menang itu harus diyakini dan harus percaya diri," ujarnya lagi.

Selain itu, perbedaan bahasa juga menjadi ujian tersendiri, namun menurut Robet, hal itu justru jadi pengalaman berharga.

"Mungkin di sana juga ada yang berubah-ubah. Walaupun sedikit berbeda bahasa, tapi kita harus bisa berbeda-beda bahasa dalam operasi. Mungkin itu sebuah pencapaian," tutur Robet.

Robet merupakan lulusan Yamaha Engineering School Alfa Scorpii angkatan 2016. Ia merantau dari Desa Parhutuan, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, pada 2017. Kini dia menjadi salah satu teknisi motor Yamaha yang diakui dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU