INDOZONE.ID - Kondisi ban motor sering kali luput dari perhatian, padahal perannya sangat penting dalam menjaga keselamatan di jalan. Banyak pengendara baru menyadari masalah ketika ban sudah benar-benar botak.
Padahal, tanda-tanda ban motor menipis sebenarnya bisa dikenali sejak dini. Berikut beberapa hal penting yang perlu dicek saat ban motor mulai aus.
4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Ban Motor Sudah Botak
1. Perhatikan Kedalaman Alur dan Tanda TWI
Salah satu cara mengecek ketebalan tapak ban motor yang paling mudah adalah dengan melihat kedalaman alurnya.
Jika pola ban sudah menipis dan hampir sejajar dengan tanda TWI (Tread Wear Indicator), artinya ban sudah mendekati batas aman pemakaian.
TWI biasanya berupa tonjolan kecil di sela-sela alur ban yang berfungsi sebagai indikator keausan maksimal.Ketika permukaan ban sudah rata dengan TWI, kemampuan mencengkeram jalan akan menurun drastis.
Kondisi ini termasuk ciri-ciri ban motor sudah botak meski secara visual belum terlihat sepenuhnya licin. Berkendara dengan ban seperti ini sangat berbahaya, khususnya di jalan basah atau licin.
Baca juga: Ban Motor Sering Kempes? Ini Penyebab dan Solusinya
2. Cek Retakan dan Permukaan Ban yang Mengeras
Selain alur yang menipis, tanda-tanda ban motor menipis juga bisa terlihat dari perubahan tekstur karet. Ban yang mulai aus biasanya terasa lebih keras dan licin, sehingga kestabilan motor berkurang saat bermanuver.
Munculnya retakan kecil di permukaan atau sisi ban juga menjadi sinyal kuat bahwa ban sudah tidak layak pakai.
Retakan ini dapat memicu ban pecah ketika terkena panas berlebih atau melewati jalan berlubang.
Jika kondisi tersebut mulai muncul, itu menjadi jawaban jelas atas pertanyaan kapan ban motor harus diganti, yaitu secepatnya demi keselamatan.
Baca juga: Haruskah Tekanan Ban Depan dan Belakang Motor Sama? Ini Penjelasannya
3. Waspadai Getaran dan Handling yang Tidak Stabil
Perubahan perilaku motor saat dikendarai juga termasuk tanda-tanda ban motor menipis yang sering diabaikan.
Getaran pada setang, motor terasa goyang, atau handling yang kurang presisi saat berbelok menandakan permukaan ban sudah tidak rata.
Dalam kondisi tertentu, motor juga lebih mudah selip saat pengereman. Gejala ini merupakan ciri-ciri ban motor sudah botak yang tidak boleh dianggap sepele.
Jika kamu mulai merasakan perubahan ini, segera lakukan pengecekan ban sebelum risiko kecelakaan meningkat.
4. Perhitungkan Usia Ban Meski Tampak Masih Layak
Selain kondisi fisik, usia ban juga menentukan kelayakan pemakaian. Ban yang berumur lebih dari tiga tahun umumnya mulai kehilangan elastisitas meskipun ketebalan tapaknya masih terlihat cukup. Karet yang menua menjadi lebih keras dan rapuh.
Usia ban bisa diketahui melalui kode produksi di dinding ban. Meski jarang digunakan, ban tua tetap berisiko selip dan pecah.
Oleh karena itu, memahami kapan ban motor harus diganti tidak hanya berdasarkan tampilan luar, tetapi juga usia pemakaiannya.
Dengan melakukan pengecekan rutin dan mengganti ban pada waktu yang tepat, perjalanan sehari-hari akan terasa lebih aman, nyaman, dan minim risiko di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Otomotive TV