INDOZONE.ID - Mobil listrik tetap aman dipakai saat hujan, cuma bisa jadi beda cerita jika harus melewati genangan air atau banjir.
Ada batas aman yang wajib diperhatikan, mulai dari kedalaman air, kecepatan, hingga langkah darurat jika mobil terendam. Main terabas genangan air, mobil listrik bisa alami sistem kelistrikan.
Saat mobil listrik melewati genangan air, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kedalaman air. Aturan ini krusial, tapi sering diabaikan.
Batas aman genangan air maksimal setengah tinggi ban. Jika air sudah lebih tinggi dari itu, sebaiknya jangan nekat dan cari jalur alternatif yang lebih aman.
Memaksa menerobos genangan dalam bisa berdampak ke komponen vital kendaraan, termasuk sistem kelistrikan.
Kecepatan Rendah Jadi Kunci Keamanan
Saat tidak ada pilihan selain melintas, jaga kecepatan tetap rendah. Idealnya, mobil melaju di bawah 10 km/jam.
Kecepatan rendah membantu mencegah air masuk ke bagian sensitif kendaraan. Selain itu, risiko kehilangan kendali juga bisa ditekan.
Hindari akselerasi mendadak atau berhenti mendadak di tengah genangan.
Baca juga: Pabrik Baterai Masa Depan untuk Mobil Listrik di China Resmi Beroperasi
Jangan Terlalu Lama Berhenti di Area Tergenang
Masalah sering muncul saat macet di jalan yang tergenang air. Untuk mobil listrik, durasi berhenti juga harus diperhatikan.
Disarankan kendaraan tidak berhenti lebih dari 30 menit di area berair. Jika situasi tak bergerak juga, kamu perlu mencari titik aman atau keluar dari genangan dengan sangat hati-hati.
Semakin lama terpapar air, semakin besar risiko kerusakan.
Baca juga: Harga Mobil Listrik VinFast 2026: Naik atau Tetap? Simak Daftar Lengkapnya
Jika Mobil Listrik Terendam Banjir, Ini yang Harus Dilakukan
Situasi terburuk adalah ketika mobil listrik terendam banjir. Dalam kondisi ini, ada aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar.
Jangan Pernah Menyalakan Mobil
Langkah pertama dan paling penting, jangan menyalakan mobil listrik yang sudah terendam air.
Biarkan kendaraan benar-benar kering. Setelah itu, mobil wajib dibawa ke dealer resmi untuk pemeriksaan menyeluruh.
Menyalakan mobil dalam kondisi basah bisa memperparah kerusakan dan membahayakan keselamatan.
Lepaskan Rem Parkir Secara Manual
Jika mobil perlu dievakuasi, pastikan parking brake dilepas secara manual. Mobil listrik yang terendam air tidak boleh dihidupkan sama sekali selama proses evakuasi.
Langkah ini penting agar kendaraan bisa dipindahkan tanpa mengaktifkan sistem kelistrikan.
Senior Manager After Sales PT NETA Auto Indonesia, Januar Eka Sapta, menegaskan pentingnya prosedur ini.
“Intinya, kendaraan harus dalam keadaan mati atau tidak dihidupkan saat proses evakuasi, terutama untuk mobil listrik,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila mobil listrik terendam banjir, risiko kerusakan pada sistem kelistrikan dan potensi kerusakan yang lebih parah bisa meningkat jika kendaraan dinyalakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Neta Auto Indonesia