Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 11:00 WIB

Mobil Diesel Diisi Pertamax? Ini 5 Risiko yang Wajib Banget Kamu Pahami, Bisa Fatal Banget!

Author

Ilustrasi bahan bakar diesel. (REUTERS/Eric Gaillard)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu membayangkan apa yang terjadi jika kamu salah memasukkan bahan bakar saat di SPBU? Meski terdengar sepele, mengisi mobil mesin diesel dengan bensin sekelas Pertamax adalah "mimpi buruk" teknis yang bisa berakhir dengan biaya perbaikan selangit.

Mesin diesel dan mesin bensin bekerja dengan prinsip yang sangat bertolak belakang. Mesin diesel mengandalkan tekanan udara tinggi (kompresi) untuk meledakkan bahan bakar, sementara bensin membutuhkan percikan api dari busi.

Jika bensin masuk ke jantung pacu diesel, berikut adalah 5 risiko fatal yang wajib banget kamu pahami. Simak selengkapnya di bawah ini!

Bahaya Mesin Diesel Diisi Pertamax yang Wajib Dipahami Penggunanya

1. Hilangnya Fungsi Pelumasan pada Pompa Bahan Bakar

Ilustrasi Mesin Diesel

Bahan bakar diesel (solar) memiliki sifat berminyak yang berfungsi sebagai pelumas alami bagi komponen pompa bahan bakar dan injektor. Sebaliknya, bensin seperti Pertamax bersifat pelarut (solvent) yang justru menghilangkan lapisan lemak.

Saat bensin masuk ke sistem diesel, komponen logam di dalam pompa bahan bakar akan saling bergesekan tanpa pelumas.

Akibatnya, komponen tersebut akan cepat aus, menciptakan serpihan logam halus yang bisa menyumbat seluruh sistem bahan bakar kamu.

2. Kerusakan Total pada Injektor Diesel

Ilustrasi mesin mobil. (Dok. Daihatsu)

Injektor mesin diesel modern (seperti sistem Common Rail) bekerja dengan tingkat presisi yang luar biasa tinggi dan lubang yang sangat kecil.

Ketika Pertamax masuk, sifat bensin yang kering dan panas akan membuat injektor macet atau bahkan "meledak" karena tekanan yang tidak sesuai. 

Baca juga: Knalpot Mobil Diesel Ngebul Putih? Ini Penjelasan dan Penyebab yang Harus Kamu Pahami, Jangan Panik!

Jika injektor rusak, mesin akan pincang atau bahkan mati total, dan biaya ganti satu set injektor bisa menguras kantong hingga puluhan juta rupiah.

3. Gejala "Knocking" atau Mengelitik yang Ekstrim

Ilustrasi mesin Toyota. (Dok. Carscoops)

Bensin memiliki titik nyala yang jauh lebih rendah daripada solar. Di dalam mesin diesel yang memiliki kompresi sangat tinggi, bensin akan terbakar jauh sebelum waktunya (pre-detonasi). Hal ini akan menimbulkan suara ledakan keras atau knocking yang sangat kasar.

Baca juga: 5 Keuntungan Mobil Diesel Terbaru pakai Solar Berkualitas yang Harus Kamu Tahu: Mesin Lebih Halus!

Getaran yang tidak wajar ini bisa menyebabkan kerusakan pada piston, stang seher, hingga dinding silinder dalam waktu singkat.

4. Risiko Kebakaran Akibat Titik Nyala Rendah

Ilustrasi mesin kendaraan overheat. (gtautomotive.com)

Diesel dirancang untuk tahan terhadap suhu panas dan baru terbakar di bawah tekanan tinggi. Bensin, di sisi lain, sangat mudah menguap dan mudah terbakar.

Baca juga: Toyota Kijang Innova Reborn Diesel Makin Melesat, Apa Alasannya Mobil Satu Ini Masih Laris Manis?

Jika uap bensin masuk ke sistem yang tidak dirancang untuknya, ada risiko terjadinya ledakan di luar ruang bakar atau kebocoran yang berujung pada kebakaran di ruang mesin. Ini adalah ancaman keselamatan yang sangat serius bagi kamu dan penumpang.

5. Mesin Mati Total dan Biaya Turun Mesin

Ilustrasi servis mobil. (Dok. Auto2000)

Jika kamu sempat menjalankan mobil setelah salah isi, bensin akan menyebar ke seluruh bagian mesin. Efek akumulatif dari hilangnya pelumasan dan pembakaran yang tidak terkendali akan membuat mesin mati total.

Baca juga: Simak Sebelum Terlambat! Menilik Penyebab Diesel Runaway yang Intai Pemilik Mobil Diesel

Solusi satu-satunya biasanya adalah kuras tangki secara menyeluruh, pembersihan jalur bahan bakar, hingga turun mesin jika komponen internal sudah terlanjur hancur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU