INDOZONE.ID - Shockbreaker mobil yang rusak kerap dialami oleh banyak pengguna mobil.
Sayangnya, tidak sedikit yang baru menyadarinya setelah kenyamanan berkendara menurun drastis atau bahkan ketika masalah sudah semakin parah.
Padahal, shockbreaker punya peran penting dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan mobil.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, kerusakan shockbreaker bisa berdampak pada sistem suspensi secara keseluruhan.
Bukan cuma membuat perjalanan terasa tidak nyaman, tapi juga berisiko mengganggu keselamatan.
Lalu, bagaimana ciri-ciri shockbreaker mobil yang rusak?
Baca juga: Ini Fungsi Karburator pada Motor, Bukan Sekadar Pengatur Bensin!
Peran Penting Shockbreaker pada Mobil
Sebelum membahas gejalanya, mari pahami dulu fungsinya.
Shockbreaker atau peredam kejut bertugas meredam getaran dan guncangan saat mobil melintasi jalan berlubang, bergelombang, atau polisi tidur.
Pada mobil, umumnya terdapat empat shockbreaker, dua di bagian depan dan dua di bagian belakang.
Semuanya bekerja sama menjaga mobil tetap stabil dan tidak memantul berlebihan.
Ketika salah satu mulai bermasalah, efeknya bisa langsung terasa pada kenyamanan hingga pengendalian kendaraan.
Baca juga: Ini Fungsi Piston Motor dan Perannya dalam Menghasilkan Tenaga
Ciri-Ciri Shockbreaker Mobil yang Mulai Rusak
Kerusakan shockbreaker sebenarnya bisa dikenali dari beberapa tanda sederhana. Berikut beberapa gejala yang perlu Anda waspadai:
1. Muncul Suara Berisik dari Bagian Bawah Mobil
Mobil yang dalam kondisi prima biasanya tidak mengeluarkan suara aneh saat melaju di jalan rata maupun bergelombang.
Namun, jika terdengar bunyi berdecit, berisik, atau seperti ada yang longgar dari bagian belakang atau bawah mobil, itu bisa menjadi indikasi adanya masalah pada shockbreaker atau komponen pendukungnya.
Dalam beberapa kasus, suara tersebut juga bisa berkaitan dengan kerusakan bushing arm.
Apalagi jika mobil terasa sedikit menarik ke kiri atau ke kanan saat dikendarai, ada baiknya segera melakukan pengecekan.
2. Terlihat Kebocoran Oli di Sekitar Shockbreaker
Shockbreaker bekerja dengan bantuan oli di dalamnya. Jika terjadi kebocoran, fungsinya sebagai peredam getaran akan menurun drastis.
Tanda yang paling mudah dikenali adalah adanya cairan oli yang menempel atau menetes di sekitar tabung shockbreaker.
Kebocoran ini biasanya disebabkan oleh seal yang sudah aus atau rusak.
Jika dibiarkan, shockbreaker tidak lagi mampu meredam guncangan dengan optimal.
Baca juga: Remote Mobil Tiba-tiba Mati. Kenali Tanda Baterai Habis dan Cara Menggantinya!
3. Ban Terasa Tidak Stabil atau Bergoyang
Pernah merasa bagian belakang mobil seperti limbung atau kurang stabil saat melewati jalan rusak?
Shockbreaker yang sudah melemah membuat ban tidak menapak sempurna di permukaan jalan.
Akibatnya, mobil terasa goyang, terutama saat melintasi jalan tidak rata atau saat menikung.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa mengurangi kontrol pengemudi terhadap kendaraan.
4. Pantulan Mobil Berlebihan
Normalnya, ketika mobil melewati polisi tidur atau jalan bergelombang, bodi mobil akan memantul sekali lalu kembali stabil.
Namun jika mobil terasa memantul lebih dari satu kali atau seperti “mengayun”, itu bisa menjadi tanda shockbreaker sudah tidak bekerja maksimal.
Pantulan yang berlebihan berpotensi membuat pengemudi kehilangan kendali, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.
Baca juga: Busi Motor Sering Mati? Ini Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya
Mengapa Shockbreaker Bisa Cepat Rusak?
Kerusakan shockbreaker sering kali dipicu oleh kebiasaan berkendara.
Terlalu sering melibas jalan berlubang tanpa mengurangi kecepatan, membawa muatan berlebih, atau jarang melakukan pemeriksaan rutin bisa memperpendek usia pakainya.
Padahal, dengan perawatan yang tepat, shockbreaker bisa bertahan lebih lama.
Cara Merawat Shockbreaker agar Tetap Awet
Agar shockbreaker tidak cepat rusak, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
1. Hindari Jalan Rusak Jika Memungkinkan
Melintasi jalan berlubang dengan kecepatan tinggi membuat shockbreaker bekerja ekstra keras. Jika tidak bisa menghindar, kurangi kecepatan untuk meminimalkan benturan.
Baca juga: Apa Penyebab Pedal Rem Mobil Keras saat Diinjak? Simak Penyebab dan Tips Perawatannya!
2. Rutin Membersihkan Area Suspensi
Meski tidak terlihat jelas, bagian shockbreaker tetap bisa terkena debu dan kotoran. Membersihkannya secara berkala membantu menjaga performanya tetap optimal.
3. Jangan Membawa Muatan Berlebihan
Beban yang melebihi kapasitas membuat suspensi bekerja lebih berat dari seharusnya. Dalam jangka panjang, ini bisa mempercepat kerusakan.
4. Lakukan Servis Berkala
Pemeriksaan rutin di bengkel membantu mendeteksi masalah sejak dini. Mekanik bisa memastikan kondisi shockbreaker masih layak pakai atau perlu diganti.
Baca juga: 4 Cara Mudah Ganti Striping Motor Sendiri Tanpa Harus ke Bengkel
Jangan Abaikan Tanda-Tandanya!
Ban yang terasa goyang, suara aneh dari bawah mobil, hingga pantulan berlebihan bukan sekadar gangguan kecil.
Semua itu bisa menjadi sinyal bahwa shockbreaker membutuhkan perhatian.
Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko kerusakan merembet ke komponen lain. Pada akhirnya, menjaga shockbreaker tetap dalam kondisi baik bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daihatsu.co.id