Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 18:10 WIB

Tertarik untuk Membeli Ban Mobil Bekas? Ini Cara Cek Kondisinya!

Author

Ilustrasi ban mobil. (Freepik)

INDOZONE.ID - Membeli ban mobil bekas memang sering terasa menggiurkan, apalagi ketika harga ban baru terpaut cukup jauh dan bisa menguras anggaran.

Selisih harganya kadang membuat banyak pemilik kendaraan berpikir dua kali.

Tidak sedikit orang akhirnya menjadikan ban bekas sebagai solusi sementara, bahkan untuk pemakaian harian.

Secara logika, jika kondisinya masih bagus dan harganya jauh lebih murah, tentu terasa menguntungkan.

Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan yakni, ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang langsung bersentuhan dengan jalan.

Baca juga: Continental Pamer Ban Mobil yang Terbuat dari Botol Plastik Bekas Hingga Bunga!

Kualitasnya sangat menentukan jarak pengereman, kestabilan saat menikung, hingga keselamatan ketika melaju di kecepatan tinggi.

Karena itu, membeli ban mobil bekas tidak boleh asal pilih. Perlu ketelitian sebelum memutuskan membawanya pulang. 

Kenapa Pengecekan Ban Bekas Itu Penting?

Ban mobil bekas yang terlihat “masih tebal” belum tentu aman digunakan.

Ada faktor usia, struktur internal, hingga riwayat pemakaian yang bisa memengaruhi performanya.

Kabar baiknya, ban mobil bekas tetap dapat digunakan dengan aman selama kondisinya memang masih layak. Kuncinya ada pada cara mengeceknya.

Berikut cara cek kondisi ban mobil bekas.

1. Lihat Ketebalan Tapak Ban

Hal pertama yang wajib diperiksa adalah ketebalan tapaknya.

Setiap ban memiliki penanda khusus yang disebut Tread Wear Indicator (TWI). Penanda ini berupa tonjolan kecil di sela-sela alur ban.

Jika permukaan tapak sudah sejajar dengan tonjolan tersebut, artinya ban sudah memasuki batas minimal penggunaan.

Ban mobil bekas yang terlalu tipis berisiko menyebabkan aquaplaning saat hujan dan membuat jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Jangan hanya mengandalkan tampilan luar, pastikan benar-benar cek detailnya.

Baca juga: Bridgestone Bikin Sepatu dari Ban Bekas untuk Anak-anak di Asia

2. Cek Kode Produksi (DOT)

Banyak orang lupa bahwa ban juga memiliki “usia.”

Di dinding ban terdapat kode DOT dengan empat angka terakhir yang menunjukkan minggu dan tahun produksi.

Misalnya angka 3521 berarti ban tersebut diproduksi pada minggu ke-35 tahun 2021.

Idealnya, ban masih layak digunakan hingga sekitar lima tahun sejak tanggal produksinya.

Ban yang terlalu tua cenderung mengeras dan rentan retak, meskipun tapaknya terlihat masih tebal.

3. Perhatikan Retakan di Dinding Ban

Amati bagian samping ban dengan teliti.

Retakan halus mungkin masih bisa ditoleransi, tetapi jika terlihat retakan dalam atau permukaan yang mulai getas, sebaiknya hindari.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat paparan panas berlebih atau usia pakai yang sudah lama.

Ban mobil bekas dengan dinding yang retak berisiko pecah secara tiba-tiba, terutama saat mobil melaju kencang.

Baca juga: 5 Rekomendasi Ban Motor Matic yang Patut Dipertimbangkan

4. Hindari Ban yang Memiliki Benjolan

Jika menemukan bagian ban yang tampak menggelembung atau tidak rata, hal itu menjadi pertanda adanya kerusakan pada struktur dalamnya.

Benjolan biasanya terjadi karena benturan keras, seperti menghantam lubang atau trotoar.

Kondisi ini tidak bisa diperbaiki dan sangat berbahaya jika tetap digunakan.

Ban mobil dengan gelembung sebaiknya langsung dicoret dari daftar pilihan.

5. Periksa Bekas Tambalan

Ban mobil bekas sering kali sudah pernah bocor dan ditambal.

Satu tambalan kecil di area tapak umumnya masih bisa ditoleransi. Namun jika tambalan terlalu banyak atau berada di bagian dinding ban, risikonya jauh lebih besar.

Tambalan berlebihan bisa melemahkan struktur ban dan meningkatkan kemungkinan bocor mendadak.

Baca juga: Seberapa Penting Spooring Ban Mobil untuk Penggunaan Harian? Mending Simak daripada Boncos!

6. Pastikan Keausannya Merata

Keausan yang tidak merata bisa menjadi tanda bahwa ban pernah digunakan pada kendaraan dengan masalah kaki-kaki atau alignment yang buruk.

Jika satu sisi lebih tipis dibanding sisi lainnya, mobil bisa terasa tidak stabil saat digunakan. Selain itu, ban seperti ini biasanya lebih cepat habis.

Pilihlah ban dengan pola keausan yang rata agar performanya lebih optimal.

Ban Bekas vs Ban Vulkanisir, Apa Bedanya?

Perlu juga diketahui bahwa ban mobil bekas berbeda dengan ban vulkanisir.

Ban bekas merupaka ban asli pabrikan yang pernah dipakai lalu dijual kembali tanpa perubahan struktur.

Sementara ban vulkanisir adalah ban lama yang tapaknya dilapisi ulang melalui proses pemanasan.

Untuk penggunaan harian, ban bekas original umumnya lebih aman dibandingkan ban vulkanisir, terutama jika mobil sering digunakan dalam kecepatan tinggi.

Baca juga: Ban Mobil Bocor di Jalan? Ini Langkah Aman yang Perlu Kamu Lakukan

Hemat Boleh, Tapi Jangan Abaikan Keselamatan

Memilih ban bekas memang bisa menjadi solusi ekonomis, apalagi jika anggaran sedang terbatas. Namun keputusan ini tetap harus diimbangi dengan ketelitian.

Jangan hanya tergoda harga murah. Periksa kondisi tapak, usia produksi, retakan, tambalan, hingga struktur fisiknya secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daihatsu.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU