INDOZONE.ID - Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan rekayasa lalu lintas mudik Lebaran 2026 dijalankan berbasis data dan koordinasi lintas instansi.
Puncak arus mudik diprediksi 18 Maret, dengan skema one way tol dari KM 70 hingga KM 414 jika kepadatan meningkat.
Polri menyebut pengamanan mudik tahun ini sebagai operasi kemanusiaan, bukan hanya operasi lalu lintas.
"Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas. Memang kita mengawal arus mudik dan arus balik, tetapi seluruh stakeholder negara hadir untuk menjamin keamanan, baik pada momentum sosial maupun spiritual masyarakat," ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho di Pos Terpadu Kalikangkung dikutip dari laman Korlantas, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: 5 Tips Mudik Asik Naik Mobil Hybrid yang Harus Kamu Perhatikan, Irit Gak Sih?
Ada lima klaster pengamanan yang disiapkan.
Jalur tol, jalan arteri dan alternatif, simpul transportasi (pelabuhan, bandara, stasiun, terminal), lokasi salat Id dan takbiran, serta kawasan wisata.
Kalikangkung Jadi Titik Kunci Kelancaran
Gerbang Tol Kalikangkung bukan titik sembarangan.
Posisinya sebagai pintu masuk Jawa Tengah dari arah barat menjadikannya salah satu simpul paling kritis dalam peta mudik nasional setiap tahunnya.
Di sinilah Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan pemerintah daerah berkoordinasi langsung.
Kakorlantas turun langsung ke titik ini untuk memastikan sistem pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal.
"Setiap kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan berbasis data dan koordinasi lintas instansi," tegas Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Skema One Way Mudik Lebaran 2026
Polri menyiapkan skema Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) yang bersifat dinamis, dan diterapkan situasional sesuai kondisi lapangan.
Pada H-1 puncak mudik, one way tahap pertama diberlakukan dari KM 70 hingga KM 236, lebih panjang dari tahun lalu yang hanya sampai KM 188.
"Apabila masih terjadi kepadatan, skema tersebut akan langsung diperpanjang hingga KM 414," kata Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Selain itu, one way lokal disiapkan untuk wilayah aglomerasi Semarang Raya dan Solo jika volume kendaraan meningkat pada 17 Maret.
Jalur menuju Yogyakarta juga masuk radar, termasuk pemanfaatan tol fungsional di kawasan Prambanan.
Pengamanan tahun ini tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan.
Polri mengintegrasikan command center, traffic counting digital, jaringan CCTV, dan drone monitoring untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.
Artinya setiap lonjakan kepadatan bisa direspons lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Korlantas Polri