INDOZONE.ID - Pernahkah kamu memperhatikan ada tonjolan aneh menyerupai bisul pada bagian samping ban mobilmu?
Kondisi ini dalam dunia otomotif dikenal dengan istilah ban benjol atau sidewall bulge.
Fenomena ini bukan sekadar masalah estetika yang mengganggu pandangan, melainkan sebuah sinyal bahaya yang menunjukkan bahwa struktur internal ban telah mengalami kerusakan serius.
Bagi kamu yang sering melewati jalanan berlubang di sepanjang jalan atau melakukan perjalanan jauh di jalan tol, memahami kondisi ini sangat krusial demi keselamatan berkendara.
Membiarkan kondisi ini tetap berjalan, apalagi dalam kecepatan tinggi, sama saja dengan menyimpan bom waktu di kendaraanmu.
Berikut adalah tiga risiko utama dinding ban mobil benjol yang harus kamu pahami agar tidak lagi memaksanya untuk terus berjalan.
Bahaya Dinding Ban Mobil Benjol yang Wajib Dipahami Pengendara
1. Risiko Pecah Ban Secara Mendadak
Risiko paling fatal dari ban yang benjol adalah pecah ban secara tiba-tiba saat mobil sedang melaju.
Dinding ban adalah bagian yang paling lentur namun sekaligus paling rapuh karena tidak memiliki sabuk baja sekuat bagian tapak ban.
Baca juga: 4 Manfaat Angin Nitrogen pada Ban Mobil, Bisa Mengurangi Risiko Pecah Ban!
Ketika strukturnya sudah rusak dan benjol, bagian tersebut menjadi titik terlemah yang sewaktu-waktu bisa robek akibat tekanan udara yang meningkat saat ban panas atau saat menghantam gundukan kecil.
Jika pecah ban terjadi pada kecepatan tinggi di jalan tol, mobil akan kehilangan kendali secara drastis dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal yang sulit dihindari.
2. Hilangnya Keseimbangan dan Stabilitas Berkendara
Dinding ban yang benjol akan merusak distribusi bobot dan bentuk melingkar sempurna dari ban tersebut. Hal ini menyebabkan ban tidak lagi berputar dengan stabil, yang biasanya akan kamu rasakan berupa getaran aneh pada setir atau bodi mobil, terutama pada kecepatan tertentu.
Baca juga: Tanda-Tanda Ban Mobil Rusak Setelah Perjalanan Jauh
Selain membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, getaran ini juga memberikan beban tambahan pada sistem suspensi dan kaki-kaki mobil.
Jika dibiarkan, komponen lain seperti tie rod, ball joint, hingga bearing roda akan lebih cepat aus karena harus meredam guncangan tidak wajar yang bersumber dari ban yang tidak bulat sempurna tersebut.
3. Penurunan Performa Pengereman dan Kendali di Tikungan
Ban dengan dinding yang sudah tidak utuh strukturnya akan mengalami perubahan karakteristik saat menerima beban lateral atau samping.
Ketika kamu melakukan pengereman mendadak atau bermanuver di tikungan, dinding ban yang benjol tidak akan mampu menopang bobot mobil dengan kokoh.
Akibatnya, traksi atau daya cengkeram ban ke aspal menjadi tidak optimal, yang bisa menyebabkan jarak pengereman menjadi lebih jauh atau mobil cenderung melintir saat berbelok tajam.
Baca juga: Ban Mobil Pecah di Jalan Tol? Ini 5 Langkah Penting yang Harus Kamu Pahami
Dalam kondisi jalanan basah atau licin, risiko kehilangan kendali ini akan meningkat berkali-kali lipat karena ban tidak lagi memiliki integritas struktur untuk membuang air dan mencengkeram permukaan jalan dengan benar.
Dinding ban yang sudah benjol tidak dapat diperbaiki dengan cara dipres atau ditambal, karena kerusakan yang terjadi ada pada struktur rangka dalamnya. Satu-satunya solusi yang aman bagi kamu adalah segera mengganti ban tersebut dengan unit yang baru sebelum kerusakan tersebut mencelakai diri sendiri atau pengguna jalan lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000