Selasa, 21 APRIL 2026 • 12:30 WIB

4 Penyebab Indikator Rem ABS Menyala di Mobil Terbaru yang Wajib Kamu Deteksi!

Author

Ilustrasi kampas rem mobil yang aus. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu sedang asyik berkendara, lalu tiba-tiba melihat lampu indikator bertuliskan ABS menyala kuning, atau merah di panel instrumen?

Pada mobil-mobil terbaru tahun 2026 yang sudah sarat akan sensor, menyalanya lampu ini adalah sinyal komunikasi dari sistem komputer kendaraan, ada sesuatu yang tidak beres pada fungsi pengereman aktifmu.

Meskipun rem mekanis biasanya masih berfungsi, namun fitur pencegah roda terkunci tersebut otomatis menjadi tidak aktif.

Berikut adalah, 4 penyebab utama indikator rem ABS menyala yang wajib kamu deteksi sejak dini, agar keselamatan berkendara tetap terjaga.

Penyebab Indikator Rem ABS Menyala di Mobil yang Harus Dipahami

1. Sensor Kecepatan Roda (Wheel Speed Sensor) Kotor atau Rusak

Ilustrasi cek ban mobil usai perjalanan jauh. (Dok. Bridgestone Indonesia)

Setiap roda pada mobil modern dilengkapi dengan sensor yang bertugas memantau kecepatan putaran masing-masing ban secara mandiri.

Karena letaknya yang berada di area bawah dekat cakram dan velg, sensor ini sangat rentan terpapar kotoran, lumpur, debu sisa kampas rem, hingga cipratan air hujan. 

Akibatnya, sensor bisa mengirimkan data yang tidak akurat, atau bahkan terputus sama sekali ke modul ABS.

Jika komputer mendeteksi adanya perbedaan data yang aneh antar roda, lampu indikator akan langsung menyala sebagai peringatan.

2. Masalah pada Modul ABS atau Unit Hidrolik

Ilustrasi servis cakram rem mobil agar tidak mengalami blong yang berujung kecelakaan maut. (Toyota Astra indonesia)

Modul ABS adalah otak yang memerintahkan sistem untuk melakukan tekanan dan pelepasan rem secara cepat. Di dalam modul ini terdapat sirkuit elektronik dan katup hidrolik yang mengatur aliran minyak rem.

Baca juga: Mengenal 5 Keuntungan Rem Mobil ABS yang Sekarang Sudah Jadi Standar Keselamatan Roda Empat!

Seiring berjalannya waktu, komponen elektronik di dalamnya bisa mengalami kegagalan fungsi, karena suhu panas mesin yang ekstrem atau usia pemakaian. 

Jika modul ini gagal memproses data, sistem ABS secara otomatis akan mematikan fungsinya demi keamanan dan memberi tahu pengemudi melalui indikator di dashboard.

3. Volume Minyak Rem yang Rendah atau Kualitas Buruk

Ilustrasi mengisi minyak rem mobil. (freepik)

Sistem pengereman ABS bekerja berdasarkan prinsip tekanan hidrolik. Jika volume minyak rem di dalam reservoir berada di bawah batas minimum, udara bisa masuk ke dalam sistem dan mengganggu tekanan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan fitur ABS.

Baca juga: 4 Jenis Minyak Rem Mobil dan Perbedaannya

Selain volume, minyak rem yang sudah terlalu lama tidak dikuras biasanya akan terkontaminasi oleh uap air, yang dapat menyebabkan korosi pada katup-katup halus di dalam unit hidrolik ABS.

Hal inilah yang memicu sensor level atau tekanan untuk mengirim sinyal peringatan.

4. Tegangan Aki atau Sistem Kelistrikan Tidak Stabil

Ilustrasi Jumper Aki Mobil (Freepik)

Banyak pengemudi yang tidak menyadari, sistem ABS sangat bergantung pada stabilitas tegangan listrik dari aki dan alternator.

Jika aki mobilmu sudah mulai lemah atau sistem pengisian daya sedang bermasalah, modul ABS mungkin tidak mendapatkan daya yang cukup untuk melakukan self-test atau menjalankan fungsinya secara optimal. 

Baca juga: Cara Cek Kesehatan Aki Mobil Sendiri agar Tidak Mogok di Jalan

Sebagai hasilnya, komputer mobil akan mendeteksi low voltage dan menyalakan lampu indikator ABS sebagai tanda bahwa sistem tidak bisa bekerja karena kekurangan daya listrik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU