INDOZONE.ID - Saat ini, populasi mobil listrik (EV) di jalanan Indonesia semakin meningkat pesat.
Namun, berbeda dengan mobil konvensional yang mesinnya bisa diotak-atik secara mekanis, mobil listrik memiliki sistem kelistrikan tegangan tinggi yang memerlukan penanganan khusus saat mengalami masalah.
Melihat indikator peringatan menyala atau mobil tiba-tiba kehilangan daya tentu bisa memicu kepanikan. Agar kamu tetap tenang dan tidak melakukan kesalahan fatal, wajib banget mengetahui mitigasi saat mobil listrik mogok.
Nah, berikut adalah 5 hal yang harus dipahami pemilik mobil listrik saat mengalami mogok di tengah jalan.
Cara Mengatasi Mobil Listrik Mogok di Tengah Jalan
1. Segera Menepi dan Nyalakan Lampu Hazard
Langkah pertama yang paling krusial adalah, membawa mobil ke bahu jalan atau tempat yang aman selama sisa momentum gerak masih ada.
Begitu berhenti, segera nyalakan lampu hazard sebagai tanda bagi pengendara lain. Mengingat mobil listrik bekerja tanpa suara, keberadaan lampu hazard sangat penting untuk memberi sinyal posisi kamu, terutama saat malam hari atau cuaca buruk di jalan tol.
2. Hindari Memaksa Mendorong Mobil dalam Kondisi "Drive"
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah, mencoba mendorong mobil listrik saat masih dalam posisi gigi tertentu atau saat sistem terkunci.
Banyak mobil listrik menggunakan motor penggerak yang terhubung langsung ke roda, tanpa kopling tradisional.
Baca juga: Gimana Cara Aman Dorong Mobil Listrik Mogok? Ini Penjelasan yang Harus Kamu Pahami
Memaksa mendorong mobil dalam kondisi transmisi yang tidak tepat, dapat memicu gaya gerak listrik balik yang berisiko merusak komponen inverter atau motor listrik itu sendiri.
Pastikan kamu sudah memindahkan posisi ke "Neutral" (N), sesuai panduan darurat di buku manual.
3. Jangan Mencoba Membongkar Komponen Kabel Oranye
Jika kamu membuka kap depan atau bagian bawah mobil listrik, kamu akan melihat kabel-kabel berwarna oranye terang.
Kabel ini adalah jalur listrik tegangan tinggi (High Voltage) yang sangat berbahaya. Jangan pernah mencoba menyentuh, mencabut, apalagi memotong kabel tersebut saat mobil mogok.
Baca juga: Apakah Mobil Listrik Bisa Menyelamatkan Bumi? Begini Penjelasannya
Penanganan sistem tegangan tinggi, hanya boleh dilakukan oleh teknisi ahli dengan peralatan pelindung khusus untuk menghindari risiko sengatan listrik yang fatal.
4. Gunakan Layanan Towing "Flatbed" (Gendong)
Hal ini adalah aturan emas bagi pemilik EV, yaitu jangan menderek mobil listrik dengan cara ditarik atau mengangkat dua roda saja.
Jika roda penggerak berputar saat mesin mati, motor listrik akan bertindak sebagai generator dan mengirimkan arus listrik kembali ke baterai yang sedang bermasalah.
Baca juga: 7 Tips Derek Mobil Mogok yang Aman dan Benar, Perlu Ketelitian!
Hal ini bisa menyebabkan panas berlebih (overheating), bahkan kebakaran pada sistem elektrikal. Selalu gunakan jasa towing flatbed di mana seluruh roda mobil berada, di atas bak truk pengangkut secara diam.
5. Hubungi Layanan Darurat Resmi Brand Kendaraan
Setiap produsen mobil listrik di Indonesia saat ini sudah menyediakan layanan darurat 24 jam. Segera hubungi nomor call center resmi brand mobil kamu.
Teknisi mereka biasanya dapat melakukan diagnosa awal melalui telepon, atau menggunakan sistem remote diagnosis jika mobil masih terkoneksi internet.
Baca juga: Hyundai Bluelink, Satu Sentuhan untuk Bantuan Darurat di Perjalanan
Mereka juga akan mengirimkan tim bantuan yang membawa alat khusus, untuk melepaskan rem parkir elektronik jika mobil dalam kondisi terkunci total (brick mode).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hyundai Motors Indonesia