Kamis, 07 MEI 2026 • 13:15 WIB

Ini Dampak Buruk Tangki Bensin Mobil Hampir Kosong, Biaya Servis Bisa Membengkak!

Author

Ini Dampak Buruk dari Tangki Bensin Mobil Sering Kosong Agar Biaya Servis Tidak Membengkak! (Freepik)

INDOZONE.ID - Tangki bensin menjadi salah satu komponen penting dalam sistem bahan bakar mobil.

Akan tetapi, masih banyak pengendara yang terbiasa membiarkan indikator bensin hampir habis bahkan kosong sebelum kembali mengisi BBM.

Padahal, kebiasaan tersebut bukan hanya berisiko membuat mobil mogok di jalan, tetapi juga dapat memicu kerusakan pada berbagai komponen kendaraan.

Jika dibiarkan terus-menerus, biaya servis mobil pun bisa semakin mahal.

Fuel Pump Bisa Cepat Rusak

Melansir berbagai laman otomotif, Kamis (7/06/2026) salah satu dampak paling serius dari tangki bensin yang sering kosong adalah kerusakan fuel pump atau pompa bensin.

Komponen ini bertugas mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju mesin. Fuel pump bekerja di dalam tangki dan biasanya terendam bensin agar suhunya tetap stabil.

Baca juga: Filter Bensin Mobil Kotor Bikin Boros Bensin? Kenali Tandanya

Saat volume bensin terlalu sedikit, pompa tidak mendapatkan pendinginan yang cukup. Akibatnya, suhu fuel pump meningkat dan berisiko mengalami overheat.

Dalam jangka panjang, umur fuel pump bisa jauh lebih pendek dibanding kondisi normal. Padahal biaya penggantian komponen ini bisa mencapai jutaan rupiah.

Kotoran Tangki Lebih Mudah Terhisap

Di dalam tangki bensin biasanya terdapat endapan seperti debu, residu bahan bakar, hingga karat halus.

Saat bensin masih banyak, endapan tersebut cenderung tetap berada di dasar tangki.

Namun ketika volume bahan bakar terlalu sedikit, posisi hisap pompa menjadi lebih dekat dengan dasar tangki sehingga kotoran lebih mudah ikut tersedot.

Kondisi ini dapat menyebabkan filter bensin cepat kotor dan injektor tersumbat.

Jika terus dibiarkan, performa mesin bisa menurun, tarikan terasa berat, hingga konsumsi BBM menjadi lebih boros.

Mobil Berisiko Mogok Mendadak

Tangki bensin yang hampir kosong juga meningkatkan risiko mobil mogok tiba-tiba di jalan.

Baca juga: Apakah Menyalakan AC Mobil saat Berhenti Boros Bensin? Cek Dulu Penjelasannya!

Kondisi ini sering terjadi ketika mobil berada di tanjakan, jalan bergelombang, atau saat kendaraan bermanuver.

Posisi bensin di dalam tangki bisa berpindah sehingga aliran bahan bakar ke pompa menjadi tidak stabil.

Akibatnya, mesin bisa brebet, RPM naik turun, bahkan mati mendadak.

Situasi seperti ini tentu berbahaya, terutama jika terjadi di jalan tol atau saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Tangki Kosong Bisa Memicu Kondensasi

Tangki yang sering dibiarkan kosong memiliki ruang udara lebih banyak. Kondisi tersebut memicu terbentuknya kondensasi atau embun air di dalam tangki.

Air hasil kondensasi dapat bercampur dengan bensin dan memengaruhi proses pembakaran di mesin.

Dalam jangka panjang, kelembapan tersebut juga berpotensi menimbulkan korosi atau karat pada bagian dalam tangki bahan bakar.

Efisiensi BBM Bisa Menurun

Banyak pengendara mengira menghabiskan bensin sampai hampir habis dapat membuat penggunaan BBM lebih hemat. Padahal faktanya justru sebaliknya.

Saat volume bahan bakar terlalu rendah, tekanan dalam sistem bahan bakar menjadi kurang stabil. Kondisi ini membuat proses pembakaran tidak optimal.

Baca juga: Cara Ampuh Menghilangkan Bau Bensin yang Menyengat di Kabin Mobil

Akibatnya, mesin membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak untuk menjaga performa tetap normal. Efeknya, konsumsi BBM bisa meningkat tanpa disadari.

Indikator Bensin Bisa Menjadi Tidak Akurat

Selain berdampak pada mesin, kebiasaan membiarkan tangki kosong juga dapat memengaruhi pelampung indikator bahan bakar.

Jika terlalu sering berada di posisi kosong atau hampir habis, komponen indikator bensin bisa bekerja tidak normal.

Lama-kelamaan, jarum indikator di dashboard menjadi kurang akurat saat membaca sisa BBM.

Sebaiknya Isi BBM Sebelum Menyentuh Seperempat Tangki

Idealnya pengisian bahan bakar dilakukan sebelum indikator menyentuh seperempat tangki.

Cara ini membantu menjaga fuel pump tetap dingin, mengurangi risiko endapan tersedot, serta menjaga sistem bahan bakar lebih awet.

Selain itu, mengisi bensin lebih awal juga membuat pengendara tidak khawatir kehabisan BBM saat terjebak macet atau melakukan perjalanan jauh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daihatsu, Auto 2000, Toyota

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU