INDOZONE.ID - Tekanan angin mobil yang ideal berbeda-beda tergantung ukuran ring ban. Mulai dari 28 psi untuk ring 13 hingga 43 psi untuk ring 18 tertentu.
Angka yang tepat langsung memengaruhi efisiensi BBM, umur ban, dan stabilitas kendaraan saat melaju.
Berapa Tekanan Angin Mobil yang Benar?
Tekanan angin ban mobil adalah besaran udara di dalam ban yang diukur dalam satuan psi (pound per square inch).
Angka ini bukan seragam untuk semua mobil. Setiap ukuran ring punya rekomendasi berbeda, dan selisih beberapa psi saja sudah cukup berdampak pada performa harian.
Banyak pengemudi hanya mengisi angin "sampai kira-kira keras" tanpa cek angka.
Padahal ban yang terlalu kempes atau terlalu keras sama-sama bermasalah. Konsumsi BBM boros, tapak ban aus tidak merata, dan handling berkurang.
Baca juga: Daftar Tekanan Angin Ban Mobil Ring 14 hingga 18 yang Direkomendasikan
Panduan Tekanan Angin per Ukuran Ring
Angka referensi paling akurat tetap ada di stiker pintu pengemudi atau buku manual kendaraan. Pabrikan yang tahu persis kebutuhan mobilnya.
Ring 13: Ukuran 155/70 hingga 205/70 R13: tekanan ideal 28–31 psi untuk ban depan dan belakang.
Ring 14: Bervariasi per ukuran:
- 165/65 R14: depan 28–29 psi, belakang 25–26 psi
- 165/70 R14: 30–33 psi depan dan belakang
- 175/50 R14: depan 29–32 psi, belakang 26–30 psi
- 175/60 R14 & 185/65 R14: 33–36 psi, belakang pada 185/65 R14 bisa hingga 35–38 psi
Ring 15: Ukuran 175/55, 175/60, 175/65 R15: 30–32 psi. Untuk 185/55 dan 185/60 R15: 30–33 psi.
Ring 16: 185/55 & 185/60 R16: 30–33 psi. Ukuran 185/65 R16 naik sedikit ke 33–35 psi. Untuk 195/50 R16: depan 30–33 psi, belakang 29–32 psi.
Ring 17: 205/45 & 205/55 R17: depan 32–35 psi, belakang 30–33 psi.
Ring 18: Mayoritas ukuran seperti 225/60, 235/65, 265/60 R18 butuh 30–33 psi. Tapi dua ukuran spesifik, yakni 235/50 dan 285/60 R18. Ddirekomendasikan lebih tinggi hingga 40–43 psi depan dan belakang.
5 Kebiasaan yang Bikin Tekanan Ban Selalu Pas
1. Cek minimal sebulan sekali, atau lebih sering kalau sering perjalanan jauh. Tekanan ban bisa turun alami seiring waktu meski tidak ada kebocoran.
2. Pakai alat ukur yang akurat, tire gauge digital atau analog, bukan feeling tangan. Alat murah sekalipun jauh lebih baik dari estimasi.
3. Ikuti angka rekomendasi pabrikan, tertera di stiker pintu pengemudi, bukan hasil googling atau saran penjaga SPBU.
4. Sesuaikan saat bawa beban berat, muatan ekstra butuh tekanan sedikit lebih tinggi agar ban tidak kelelahan dan performa tetap stabil.
5. Jangan isi angin saat ban panas, setelah berkendara, suhu ban naik dan tekanan ikut meningkat. Tunggu ban dingin dulu sebelum mengukur atau menambah angin, karena hasilnya tidak akan akurat jika dilakukan saat panas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Astra Oto Shop