Kamis, 04 JUNI 2026 • 18:18 WIB

Jangan Asal Tawar, Begini Cara Cek Harga Mobil Bekas

Author

Ilustrasi bursa mobil bekas. (Dok. Generatif AI Gemini.)

INDOZONE.ID - Menentukan harga mobil bekas tidak bisa sekadar melihat tahun produksi atau mengikuti harga tetangga.

Cara paling aman adalah membandingkan harga di marketplace terpercaya, mengecek Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), lalu menilai kondisi aktual kendaraan mulai dari bodi, mesin, hingga riwayat servis.

Dengan langkah tersebut, pembeli maupun penjual bisa mendapatkan harga yang lebih realistis.

Pasar mobil bekas di Indonesia memang dinamis. Model yang sama bisa memiliki selisih harga puluhan juta rupiah tergantung kondisi kendaraan dan kelengkapan dokumennya.

Lalu, bagaimana cara mengetahui harga pasaran yang wajar?

Cek Harga Mobil Bekas di Marketplace

Melansir berbagai e-commerce mobil bekas, langkah pertama adalah melakukan komparasi harga di marketplace otomotif.

Salah satu referensi yang bisa digunakan adalah fitur cek harga mobil bekas.

Platform ini menampilkan kisaran harga berdasarkan merek, model, tahun produksi, tipe transmisi, dan lokasi kendaraan.

Baca juga: 7 Cara Membedakan Odometer Asli dan Palsu pada Mobil Bekas

Baca juga: Pasar Berubah, Mobil Listrik Bekas Kini Jadi Incaran Konsumen

Harga tersebut diambil dari rata-rata listing kendaraan serupa yang ada di pasar.

Cara ini membantu pembeli mendapatkan gambaran harga pasar sebelum melakukan negosiasi.

Namun jangan langsung terpaku pada harga termurah. Sebaiknya harga mobil bekas dapat berbeda meskipun model dan tahunnya sama.

Faktor seperti kondisi mesin, kilometer, riwayat servis, pajak kendaraan, serta kondisi bodi dan interior ikut memengaruhi nilai jual kendaraan.

Cek NJKB untuk Gambaran Nilai Kendaraan

Selain marketplace, calon pembeli juga bisa melihat Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB.

NJKB adalah nilai dasar kendaraan yang digunakan pemerintah sebagai acuan penghitungan pajak kendaraan bermotor.

Data NJKB dapat dicek melalui layanan Samsat di sejumlah daerah.

Meski NJKB bukan harga jual pasar, angka ini bisa menjadi referensi tambahan untuk mengetahui nilai dasar sebuah kendaraan.

Di kalangan pembeli mobil bekas, NJKB sering digunakan sebagai alat pembanding agar harga yang ditawarkan penjual tidak terlalu jauh dari nilai kendaraan yang sebenarnya.

Perhatikan Depresiasi Mobil

Kenapa harga mobil bekas bisa turun setiap tahun?

Jawabannya adalah depresiasi. Depresiasi merupakan penurunan nilai kendaraan akibat usia dan pemakaian.

Mobil baru umumnya mengalami penyusutan nilai sekitar 15-20 persen pada tahun pertama. Setelah itu, depresiasinya cenderung berada di kisaran 10-15 persen per tahun.

Oleh karena itu, mobil berusia lima tahun biasanya memiliki harga yang jauh berbeda dibanding saat pertama kali keluar dari dealer.

Meski demikian, tidak semua mobil mengalami depresiasi dengan kecepatan yang sama. Model yang memiliki permintaan tinggi di pasar bekas biasanya mampu mempertahankan harga jual lebih baik.

Jangan Abaikan Kondisi Bodi dan Mesin

Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya melihat tahun produksi.

Padahal kondisi kendaraan jauh lebih menentukan. Kondisi mesin, transmisi, kilometer tempuh, bodi, interior, serta riwayat servis menjadi faktor penting dalam menentukan harga mobil bekas.

Kendaraan dengan cat asli, servis rutin, dan dokumen lengkap biasanya memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding unit yang pernah mengalami kerusakan besar atau perbaikan berat.

Jika memungkinkan, lakukan inspeksi menyeluruh dan test drive sebelum menentukan harga atau membeli kendaraan. Pemeriksaan sederhana ini bisa membantu menghindari biaya perbaikan besar di kemudian hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Korlantas Polri, Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU