INDOZONE.ID - Mengendarai kendaraan saat hujan deras membutuhkan kewaspadaan ekstra karena jalan menjadi jauh lebih licin dari kondisi normal.
Dalam situasi ini, sering beredar berbagai saran di kalangan pengemudi terkait cara meningkatkan daya cengkeram ban agar tidak mudah tergelincir.
Salah satu yang paling umum adalah mengurangi tekanan angin ban agar terlihat sedikit lebih kempis, dengan anggapan hal tersebut dapat memperbesar bidang kontak ban dengan jalan.
Namun, anggapan ini keliru dan termasuk mitos yang justru berpotensi membahayakan keselamatan.
Baca juga: Kenapa Rem Mobil Bunyi Decit Saat Hujan? Ini 3 Penyebab Utamanya
Dampak Perubahan Tapak Ban terhadap Sistem Pembuangan Air
Anggapan bahwa ban yang sedikit dikurangi tekanannya akan melebar dan meningkatkan daya cengkeram hanya berlaku pada kondisi jalan kering.
Pada permukaan jalan basah atau tergenang air, penurunan tekanan justru dapat mengubah bentuk fleksibilitas ban secara merugikan.
Dinding ban yang menjadi lebih lunak membuat bagian tengah tapak tampak melengkung ke dalam sehingga tidak menempel sempurna pada aspal.
Perubahan bentuk ini dapat menutup alur-alur pembuangan air pada ban yang seharusnya berfungsi mengalirkan air ke luar.
Akibatnya, air hujan yang terperangkap di bawah roda tidak dapat terbuang dengan baik dan akhirnya menumpuk di area kontak ban dengan permukaan jalan.
Gagal Mengalirkan Air yang Memicu Risiko Aquaplaning
Ketidakmampuan alur ban membuang air dapat memicu kondisi berbahaya yang dikenal sebagai aquaplaning.
Saat kendaraan melintas di genangan, ban dengan tekanan udara rendah tidak mampu memecah lapisan air dengan baik.
Akibatnya, ban terangkat oleh tekanan air dan kehilangan kontak dengan permukaan aspal.
Dalam sekejap, kendaraan meluncur di atas air tanpa traksi, sehingga kemudi dan rem tidak berfungsi optimal.
Kondisi ini membuat mobil sulit dikendalikan dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan di jalan raya atau tol.
Baca juga: 5 Cara Merawat Jas Hujan Motor Supaya Awet dan Gak Gampang Sobek, Wajib Kamu Perhatikan!
Pentingnya Menjaga Tekanan Angin Ban untuk Keselamatan Berkendara
Untuk mencegah risiko aquaplaning, hal yang paling penting dilakukan adalah menjaga tekanan angin ban sesuai standar pabrikan.
Tekanan yang tepat akan membuat struktur ban tetap stabil saat melewati genangan, sehingga alur pembuangan air tetap terbuka dan dapat bekerja optimal.
Ban dengan tekanan ideal juga lebih efektif memecah lapisan air di jalan, sehingga traksi tetap terjaga.
Karena itu, pengecekan tekanan ban secara rutin sangat dianjurkan, terutama saat musim hujan, agar keselamatan berkendara tetap terjamin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000