Jumat, 26 JUNI 2026 • 15:07 WIB

Mengapa Beberapa Harley-Davidson Masih Aman Menggunakan Pertalite? Ini Penjelasan Teknisnya

Author

Produsen moge, Harley Davidson. (REUTERS/Henry Nicholls)

INDOZONE.ID - Di Indonesia masih berkembang anggapan bahwa semua motor gede (moge), terutama Harley-Davidson, wajib menggunakan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo atau bahkan bensin balap. Padahal, bahan bakar beroktan 90 atau setara dengan Pertalite juga masih memungkinkan.

Kebutuhan bahan bakar sebuah mesin tidak ditentukan oleh harga kendaraan atau kapasitas mesinnya, melainkan oleh karakteristik teknis yang dirancang oleh pabrikan. Salah satu faktor terpenting adalah rasio kompresi mesin.

Itulah sebabnya beberapa model Harley-Davidson generasi lama yang masih menggunakan sistem karburator dan memiliki rasio kompresi relatif rendah tetap dapat beroperasi dengan baik menggunakan bahan bakar beroktan 90 atau setara dengan Pertalite di Indonesia. 

Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat karena dianggap bertentangan dengan citra Harley-Davidson sebagai sepeda motor premium. Namun jika ditinjau dari sisi rekayasa mesin, kondisi tersebut justru sangat logis.

Baca juga: Harley-Davidson Kembali ke IIMS 2026, Bawa CVO Street Glide Blue Streak

Nilai Oktan Ditentukan oleh Kebutuhan Mesin

Mengutip dari ournal.unesa.ac.id, angka oktan atau Research Octane Number (RON) merupakan ukuran kemampuan bahan bakar dalam menahan terjadinya detonasi atau knocking, yaitu pembakaran yang terjadi sebelum percikan api dari busi. 

Semakin tinggi tekanan dan temperatur di dalam ruang bakar, semakin besar pula kecenderungan mesin mengalami knocking sehingga diperlukan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi.

Pertalite isi air di salah satu SPBU Pertamina Klaten. (Dok. Pertamina/X@ridwanhr)

Sebaliknya, mesin yang memiliki rasio kompresi rendah menghasilkan tekanan pembakaran yang juga lebih rendah. Dalam kondisi tersebut, bahan bakar dengan angka oktan sedang sudah mampu menghasilkan proses pembakaran yang stabil tanpa memicu detonasi. 

Oleh karena itu, penggunaan bahan bakar beroktan tinggi pada mesin dengan kompresi rendah tidak selalu memberikan keuntungan tambahan dalam hal performa maupun efisiensi. Prinsip ini telah dijelaskan dalam berbagai penelitian mengenai hubungan antara rasio kompresi mesin dan kebutuhan angka oktan.

Karakter Mesin Harley-Davidson Generasi Lama

Banyak Harley-Davidson produksi generasi Evolution maupun Twin Cam awal masih mengandalkan sistem karburator sebagai pemasok bahan bakar. Selain itu, sebagian besar mesin tersebut menggunakan sistem pendingin udara (air-cooled) dengan karakter putaran mesin yang rendah dan torsi besar. 

Baca juga: Harley Davidson Pan America 1250 ST Mengaspal, Harga Rp721 Juta di Indonesia

Yang paling penting, mesin-mesin tersebut umumnya memiliki rasio kompresi berkisar antara 8,5:1 hingga sekitar 9,5:1, tergantung tipe dan tahun produksinya.

Jika dibandingkan dengan sepeda motor sport modern yang memiliki rasio kompresi di atas 11:1 bahkan mencapai 13:1, angka tersebut tergolong cukup rendah. Karena tekanan pembakaran yang dihasilkan tidak terlalu tinggi, kebutuhan akan bahan bakar beroktan tinggi pun menjadi lebih rendah. 

Sejumlah referensi teknis mengenai mesin Harley-Davidson menjelaskan bahwa mesin dengan rasio kompresi di bawah sekitar 10:1 masih dapat menggunakan bensin beroktan lebih rendah selama kondisi mesin masih standar, sistem pengapian bekerja normal, dan tidak muncul gejala knocking. 

Mengapa Pertalite Masih Cocok Digunakan?

Pertalite memiliki angka oktan RON 90. Pada mesin Harley-Davidson dengan kompresi rendah, nilai oktan tersebut sudah memadai untuk menghasilkan pembakaran yang stabil sesuai karakteristik mesin. Selama proses pembakaran berlangsung normal tanpa detonasi, mesin dapat menghasilkan tenaga sebagaimana yang dirancang oleh pabrikan.

Banyak orang menganggap bahwa semakin tinggi angka oktan maka semakin besar pula tenaga yang dihasilkan mesin. Padahal anggapan tersebut kurang tepat. Fungsi utama angka oktan bukanlah meningkatkan tenaga, melainkan meningkatkan ketahanan bahan bakar terhadap detonasi. 

Harley Davidson Shovelhead (Pinterest)

Apabila mesin memang tidak membutuhkan angka oktan tinggi, maka penggunaan bensin premium tidak otomatis membuat tenaga bertambah ataupun konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Justru yang paling penting adalah kesesuaian antara spesifikasi mesin dan karakteristik bahan bakar yang digunakan. 

Penggunaan Oktan Terlalu Tinggi Tidak Selalu Menguntungkan

Dalam dunia teknik mesin dikenal prinsip bahwa bahan bakar terbaik adalah bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin. Penggunaan bensin dengan angka oktan yang jauh lebih tinggi dari kebutuhan tidak selalu memberikan manfaat nyata.

Baca juga: Momen Haru Reuni Oliveira dengan Risman, Staf Hotel di Lombok yang Bikin Sang Rider MotoGP Terkesan Tahun Lalu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada mesin dengan rasio kompresi rendah, penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dapat menyebabkan proses pembakaran berlangsung sedikit lebih lambat sehingga peningkatan performa yang diharapkan tidak terjadi secara signifikan. 

Bahkan dalam beberapa pengujian laboratorium, perbedaan tenaga maupun efisiensi yang dihasilkan sangat kecil sehingga secara praktis tidak memberikan keuntungan dibandingkan penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa memilih bahan bakar berdasarkan spesifikasi mesin jauh lebih penting daripada sekadar memilih angka oktan tertinggi. 

Mengapa Harley-Davidson Modern Berbeda?

Perkembangan teknologi membuat Harley-Davidson generasi terbaru memiliki karakter yang berbeda dibandingkan model-model terdahulu.

 Saat ini sebagian besar Harley telah menggunakan sistem injeksi elektronik (Electronic Fuel Injection/EFI), pengaturan pengapian yang dikendalikan komputer, serta rasio kompresi yang lebih tinggi untuk meningkatkan efisiensi dan performa mesin sekaligus memenuhi standar emisi yang semakin ketat.

Pada mesin-mesin tersebut, kebutuhan akan bahan bakar beroktan tinggi memang menjadi bagian dari spesifikasi teknis yang direkomendasikan pabrikan. 

Baca juga:  Mobil Solar Diisi Pertalite, Apa yang Terjadi? Ini Dampak dan Risikonya

Harley-Davidson dalam dokumen servisnya menjelaskan bahwa beberapa mesin berkompresi tinggi memerlukan bensin dengan angka oktan minimal 91 AKI di Amerika Serikat, yang setara dengan sekitar RON 95 di banyak negara. Penggunaan bahan bakar di bawah rekomendasi berpotensi memicu knocking dan menurunkan performa mesin.

Tidak Hanya Rasio Kompresi yang Menentukan

Meskipun rasio kompresi merupakan faktor utama dalam menentukan kebutuhan angka oktan, para insinyur otomotif juga mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti desain ruang bakar, waktu pengapian (ignition timing), bentuk piston, profil camshaft, temperatur kerja mesin, sistem pendinginan, hingga beban kerja mesin saat digunakan. 

Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat dua mesin dengan rasio kompresi yang sama belum tentu memiliki kebutuhan angka oktan yang identik. Oleh karena itu, rekomendasi bahan bakar dari pabrikan tetap menjadi acuan utama dalam penggunaan sehari-hari. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Journal.unesa.ac.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU