Rabu, 19 MARET 2025 • 14:14 WIB

Mudik Nyaman dan Senang di Lebaran 2025, Hindari 7 Kesalahan Ini saat Pulang Kampung dengan Motor

Author

Pekerja memperbaiki bagian sepeda motor milik warga di gedung workshop otomotif BPVP Kendari, Sulawesi Tenggara.

INDOZONE.ID - Mudik nyaman dan bikin hati senang di Lebaran 2025, sebaiknya hindari enam kesalahan ini saat pulang kampung menggunakan sepeda motor.

Mudik selalu jadi momen yang dinanti setiap tahunnya. Bertemu keluarga, menikmati suasana kampung halaman, dan melepas rindu menjadi alasan banyak orang rela menempuh perjalanan jauh.

Namun, bagi yang memilih menggunakan motor, perjalanan mudik bisa jadi tantangan tersendiri.

Tanpa persiapan yang matang, perjalanan yang seharusnya menyenangkan malah bisa berubah menjadi pengalaman melelahkan, bahkan berbahaya.

Banyak pengendara yang kurang memperhatikan kondisi kendaraan maupun fisiknya sendiri. Akibatnya, risiko kecelakaan pun meningkat.

Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, yuk hindari tujuh kesalahan yang sering dilakukan saat mudik menggunakan motor berikut ini.

Baca Juga: Mau Beli Mobil Bekas untuk Mudik? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Perhatikan dengan Teliti!

1. Lupa Mengecek Kondisi Motor

Menurut situs resmi Suzuki Indonesia, pentingnya mengecek seluruh komponen motor. Pasalnya, motor yang tidak dalam kondisi prima bisa berisiko mengalami kendala di tengah perjalanan.

Ban yang aus, rem yang kurang pakem, oli yang sudah lama tidak diganti, atau rantai yang kendur bisa menjadi masalah serius.

Sebelum berangkat, pastikan motor sudah dicek atau diservis agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

2. Mengabaikan Kondisi Fisik

Mudik dengan motor membutuhkan stamina yang kuat karena perjalanan bisa berlangsung berjam-jam.

Sayangnya, banyak pengendara yang terlalu memaksakan diri tanpa memperhatikan kondisi fisiknya sendiri.

Mengabaikan istirahat, kurang tidur, atau tidak menjaga asupan makanan bisa membuat tubuh cepat lelah dan kehilangan konsentrasi.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2025: Jadwal Contraflow, One Way, dan Ganjil Genap di Tol Jakarta-Cikampek hingga Kalikangkung

Padahal, hilangnya fokus saat berkendara dapat berujung pada kecelakaan.

Pastikan tubuh tetap fit dengan istirahat yang cukup sebelum berangkat.

3. Melanggar Aturan Lalu Lintas

Jalanan yang padat, keinginan untuk cepat sampai, dan rasa lelah sering membuat pengendara jadi lebih nekat.

Menerobos lampu merah, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau tidak memperhatikan rambu lalu lintas bisa berakibat fatal.

Ingat, keselamatan lebih penting daripada buru-buru sampai tujuan. 

Patuhi aturan lalu lintas, karena selain menjaga keselamatan diri sendiri, kita juga bertanggung jawab terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.

4. Membawa Penumpang Berlebih

Motor pada dasarnya dirancang untuk maksimal dua orang, yaitu pengendara dan satu penumpang.

Namun, saat mudik, masih banyak yang memaksakan diri membawa lebih dari dua orang, bahkan anak kecil sekalipun.

Selain berisiko melanggar aturan, membawa penumpang berlebih juga mempengaruhi keseimbangan motor dan meningkatkan potensi kecelakaan.

Jika ingin mudik bersama keluarga, lebih baik menggunakan moda transportasi yang lebih aman dan nyaman.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil SUV Keluarga Terbaik 2025, Nyaman, Irit, dan Cocok untuk Mudik!

5. Membawa Barang Terlalu Banyak

Tak hanya penumpang berlebih, banyak juga yang membawa barang bawaan berlebihan saat mudik.

Karung berisi pakaian, oleh-oleh, atau bahkan barang elektronik sering kali diikat di belakang motor tanpa mempertimbangkan keseimbangan.

Muatan yang berlebihan bisa membuat motor sulit dikendalikan, apalagi saat melewati jalan yang berkelok atau padat kendaraan.

Pastikan hanya membawa barang secukupnya dan gunakan tas atau boks motor yang lebih aman.

6. Berangkat di Malam Hari

Beberapa orang memilih berangkat mudik saat malam hari dengan alasan jalanan lebih sepi.

Namun, berkendara di malam hari memiliki risiko tersendiri.

Visibilitas yang lebih rendah, kondisi tubuh yang lebih cepat lelah, serta potensi bahaya seperti perampokan atau kecelakaan karena mengantuk membuat perjalanan malam jadi lebih berisiko.

Jika bisa, lebih baik berangkat saat pagi atau siang hari agar lebih aman.

7. Tidak Memakai Perlengkapan Keselamatan

Keselamatan adalah prioritas utama dalam perjalanan jauh, namun masih banyak pengendara yang mengabaikan perlengkapan keselamatan seperti helm standar, jaket, sarung tangan, dan sepatu yang memadai.

Helm bukan hanya sekadar aksesoris, tetapi perlindungan utama bagi kepala jika terjadi kecelakaan.

Selain itu, memakai jaket dan sarung tangan bisa membantu tubuh tetap hangat serta melindungi dari terpaan angin dan debu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki.co.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU