Kamis, 17 APRIL 2025 • 21:20 WIB

5 Tips Beli Mobil Listrik Second yang Harus Kamu Pahami, Wajib Teliti Terutama Soal Baterai!

Author

Ilustrasi jangan asal cuci mobil listrik.

INDOZONE.ID - Tren mobil listrik terus naik, dan nggak sedikit yang mulai melirik mobil listrik bekas (second) sebagai alternatif yang lebih ramah di kantong.

Selain lebih murah dari unit baru, banyak mobil listrik second masih punya kondisi super prima karena usia pakainya masih singkat.

Tapi, karena teknologinya masih tergolong baru, beli mobil listrik bekas nggak bisa sembarangan. Ada hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan, terutama soal kondisi baterai komponen paling mahal dan paling krusial di mobil listrik.

Cara Aman Beli Mobil Listrik Bekas yang Harus Diketahui

1. Periksa Kondisi Baterai Secara Menyeluruh

Wuling New Air EV dibekali dengan baterai yang awet dan tahan lama.

Baterai adalah jantungnya mobil listrik. Kalau kondisinya sudah menurun drastis, bukan cuma jarak tempuh yang berkurang, tapi juga bisa bikin performa mobil jadi loyo. Dan perlu diingat, biaya ganti baterai bisa tembus ratusan juta rupiah, tergantung model mobilnya.

Baca Juga:  Update Harga Mobil Listrik BYD M6 Terbaru 2025: Masih Jadi Mobil Listrik Keluarga Terbaik?

Sebelum beli, pastikan kamu cek State of Health (SoH) baterai—biasanya diukur dalam persentase. SoH di atas 85% masih tergolong sangat baik.

Kamu juga bisa minta riwayat pengisian daya dan servis berkala di bengkel resmi. Kalau penjual nggak bisa kasih data itu, mending cari unit lain aja. Ingat, lebih baik waspada di awal daripada kena boncos nanti.

2. Cek Riwayat Servis dan Garansi Baterai

Ilustrasi servis mobil.

Mobil listrik umumnya punya garansi baterai yang panjang, bisa 8 tahun atau hingga 160.000 km, tergantung pabrikan.

Ini penting banget, karena kalau suatu saat baterainya bermasalah, kamu masih bisa klaim ke bengkel resmi tanpa harus keluar biaya besar.

Baca Juga: Update Harga Hyundai IONIQ 5 Tipe Tertinggi 2025: Masih Jadi Mobil Listrik Terlaris!

Makanya, pastikan kamu beli unit yang servisnya rutin dilakukan di bengkel resmi, dan masih dalam masa garansi.

Tanyakan juga apakah mobil pernah mengalami overheat, kerusakan kelistrikan, atau pernah servis komponen besar. Mobil yang rajin dirawat biasanya jauh lebih aman dibeli.

3. Pastikan Fitur Utama Masih Berfungsi Normal

Pelanggan mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Makassar, Sulawesi Sealatan, Kamis (9/1/2025). PT PLN Unit Induk (UID) Sulselrabar menargetkan penambahan SPKLU di Sulsel pada 2025 menjadi 100 stasiun yang saat ini sudah mencapai 40 stasiun yang tersebar di beberapa titik di daerah itu. ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc.

Mobil listrik umumnya dipenuhi fitur digital dan teknologi canggih, dari layar sentuh besar, kamera 360, sistem regenerative braking, hingga konektivitas ke smartphone.

Sebelum beli, pastikan semua fitur ini masih bekerja dengan baik, termasuk sistem charging, port pengisian daya, dan layar indikator baterai.

Baca Juga: 5 Kelebihan Hyundai Ioniq 6 Terbaru, Mobil Sedan Listrik yang Berperforma Tinggi!

Coba juga test drive untuk merasakan langsung performa mobilnya. Apakah akselerasinya masih mulus? Apakah regenerative braking-nya terasa normal? Jangan ragu untuk mencatat semua yang terasa janggal dan tanyakan langsung ke penjual.

4. Pahami Ketersediaan Suku Cadang dan Jaringan Servis

Salah satu penyebab utama dari rem blong adalah kurangnya perhatian dan perawatan yang diberikan oleh pemilik kendaraan. (freepik.com)

Salah satu kekhawatiran beli mobil listrik second adalah soal after-sales support. Nggak semua kota punya bengkel resmi yang bisa menangani EV, apalagi jika kamu tinggal di luar kota besar.

Sebelum beli, cek dulu apakah mobil listrik yang kamu incar punya jaringan servis yang luas, dan apakah suku cadangnya mudah didapat.

Merk seperti Hyundai, Wuling, dan Toyota sudah punya infrastruktur servis EV yang cukup baik di Indonesia. Tapi kalau kamu beli brand yang belum resmi masuk atau unit CBU terbatas, risikonya tentu lebih tinggi.

5. Sesuaikan Budget dengan Kondisi dan Kebutuhan

Ilustrasi membeli mobil bekas. (Freepik/prostooleh)

Harga mobil listrik second memang bervariasi, tergantung dari tahun, tipe, kondisi, dan jarak tempuh.

Tapi jangan sampai tergiur harga murah tanpa perhitungan. Mobil listrik murah dengan baterai bermasalah justru bisa bikin rugi besar.

Baca Juga: Mobil Listrik Hyundai Ioniq N Resmi Dijual di Indonesia Seharga Rp1,3 Miliar, Apa Kelebihan dan Kemewahannya?

Tentukan dulu kebutuhan kamu, butuh jarak tempuh berapa kilometer per hari? Perlu fitur canggih atau cukup standar aja? Mau mobil compact seperti Wuling Air EV, atau yang premium kayak Hyundai Ioniq 5?

Setelah tahu kebutuhanmu, baru kamu bisa menentukan budget dan membandingkan beberapa opsi dengan lebih objektif. Jangan lupa alokasikan juga dana cadangan untuk perawatan awal dan aksesori tambahan seperti home charger (kalau diperlukan).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://insideevs.com/

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU