Puluhan Ribu Xpeng X9 Ditarik, Ini penyebabnya
INDOZONE.ID - Xpeng mengajukan rencana penarikan kembali atau recall kepada State Administration for Market Regulation (SAMR) China setelah ditemukan masalah serius pada sistem suspensi udara MPV listrik X9.
Berdasarkan pemberitahuan perusahaan yang dikutip media otomotif lokal, CarnewsChina, sebanyak 33.473 unit Xpeng X9 yang diproduksi pada 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025 masuk dalam program tersebut.
Recall tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Agustus 2026.
Masalah ini penyebab utamanya adalah dari variasi proses produksi yang mempengaruhi tingkat kedap udara pada pegas udara depan.
Jadi, dalam penggunaan jangka panjang, terutama di wilayah dengan suhu dan kelembapan tinggi, komponen tersebut berpotensi mengalami kebocoran udara secara perlahan.
Nah pengguna bisa melihat kondisi ini dari adanya tanda muncul lampu peringatan dan notifikasi pada panel instrumen.
Baca juga: 4 Ubahan XPENG X9 Facelift 2026 yang Paling Terlihat
Namun, dalam kondisi yang lebih serius, kebocoran dapat membuat salah satu sisi kendaraan atau seluruh sasis turun secara tiba-tiba.
Gangguan tersebut dinilai dapat memengaruhi kestabilan dan pengendalian mobil sehingga berisiko membahayakan pengemudi serta penumpang.
Sebagai langkah perbaikan, Zhaoqing Xpeng New Energy Investment Co., Ltd akan mengganti front air spring slide pillar assembly dengan versi terbaru secara gratis.
Kabar baiknya kendaraan yang sebelumnya telah menggunakan komponen terbaru tidak perlu kembali menjalani perbaikan.
Selain itu, recall ini juga muncul setelah sejumlah pemilik di China, terutama di Chongqing, melaporkan sasis X9 amblas saat gelombang panas ekstrem.
Sebelumnya, layanan pelanggan Xpeng sempat menyebutkan peringatan tersebut berkaitan dengan mode perlindungan termal akibat kompresor terlalu panas.
Baca juga: XPENG X9 Facelift dan XPENG G6 AWD Meluncur, Ada yang Bisa Cas 12 Menit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA