INDOZONE.ID - China berencana melarang penggunaan gagang pintu mobil tersembunyi (fully retractable) mulai 2027. Regulasi ini digodok karena dianggap berbahaya dan kurang fungsional, meski desain tersebut populer di mobil listrik baru.
Nantinya, hanya gagang pintu semi-retractable dan mekanis biasa yang diperbolehkan.
Menurut laporan Mingjing Pro, otoritas Tiongkok sedang menyusun standar wajib soal desain gagang pintu. Draft aturannya ditargetkan selesai bulan ini, dengan masa transisi satu tahun.
Artinya, mulai Juli 2027, mobil baru yang dijual di China tidak boleh lagi pakai gagang pintu yang bisa hilang total ke dalam bodi.
Diskusi juga menyentuh soal mekanisme pembuka darurat. Jadi, dalam kondisi kecelakaan, pintu harus tetap bisa diakses tanpa listrik.
Baca juga: PLN Luncurkan Teknologi Terbaru untuk Pengisian Daya Mobil Listrik di Rumah
Dari Tren Futuristik Jadi Masalah
Awalnya, gagang pintu tersembunyi populer di kendaraan listri, karena terlihat futuristik dan katanya lebih aerodinamis. Ada dua tipe yang masih pakai tuas mekanis, atau model pop-out dengan motor elektrik.
Baca juga: Indonesia Kebanjiran Mobil Listrik Impor, Industri Lokal Mulai Keteteran
Masalahnya, keuntungan aerodinamis itu ternyata kecil banget. Perhitungan insinyur menunjukkan penghematannya cuma 0,6 kWh per 100 km. Bahkan, bobot tambahan dari motor bisa bikin efisiensi malah hilang.
Lebih Banyak Rugi
Selain klaim efisiensi yang tipis, desain ini punya banyak kelemahan:
Biaya & keandalan: Tiga kali lebih mahal dibanding mekanis, tapi risiko rusaknya delapan kali lebih besar.
Keselamatan: Saat mati listrik atau kebakaran, gagang elektrik bisa gagal berfungsi.
Bahkan pada tahun 2024 di Changchun, penumpang mobil listrik terjebak karena gagang pintu berfungsi. Di Guangdong, beberapa mobil korslet saat banjir, bikin pintu tidak bisa dibuka.
Data C-IASI menunjukkan pintu elektronik hanya 67% bisa terbuka setelah tabrakan samping, jauh dari pintu mekanis yang 98%.
Sementara laporan asosiasi konsumen China bahkan mencatat, kenaikan 132% kasus jari anak terjepit gagang pintu tersembunyi di 2024.
“Kontribusinya terhadap pengurangan hambatan bisa diabaikan. Berat, penyegelannya buruk, berisik, dan bergantung listrik. Bahaya keselamatan,” tegas Wei Jianjun, Chief Great Wall Motor.
Larangan ini jadi bagian dari revisi standar keselamatan otomotif di China. Selain gagang pintu, fitur lain seperti sunroof besar, kaca spion digital, hingga tombol fisik yang diganti layar sentuh penuh juga dipantau karena dinilai bikin risiko baru.
Di Eropa, aturan juga makin ketat. Euro NCAP memastikan mulai 2026, mobil tanpa kontrol fisik untuk fungsi vital (sein, hazard, wiper, klakson, panggilan darurat) tak akan lagi bisa dapat bintang lima.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina