Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 11:20 WIB

Kecelakaan Tunggal Bus di Pemalang Tewaskan 4 Orang, Pemkot Semarang Bantu Penanganan Korban

Author

Petugas medis Rumah Sakit Islam Al Ikhlas Pemalang sedang melakukan perawatan, para korban kecelakaan bus terguling di pintu keluar Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang. (ANTARA/Humas Polres Pemalang)

INDOZONE.ID - Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus pariwisata rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kota Semarang, di jalur keluar Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi (25/10/2025).

Peristiwa nahas tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia, sementara belasan lainnya luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pemalang AKP Arief Wiranto menjelaskan, bus berisi 34 orang, terdiri atas 31 penumpang dan tiga kru.

“Korban meninggal dunia sebanyak empat orang, luka berat satu orang, luka ringan 13 orang, dan selamat 16 orang,” kata Arief di Pemalang, dikutip Minggu (26/10/2025).

Para korban dilarikan ke RS Siaga Medika Pemalang, RSI Al-Ikhlas Taman, dan RS Prima Medika Pemalang untuk mendapatkan penanganan medis.

Rem Tidak Berfungsi

Kecelakaan terjadi saat bus yang membawa rombongan menuju objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, terguling di tikungan jalur keluar Tol Gandulan.

Baca juga: Begini Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang yang Tewaskan Belasan Orang

Dugaan awal menyebutkan pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan, akibat sistem rem yang tidak berfungsi dengan baik.

Tour leader rombongan, Riyan, menuturkan bahwa sesaat sebelum bus terguling, sopir sempat mengeluhkan rem yang tidak berfungsi dengan baik.

“Sebelum keluar tol Gandulan, sopir bilang remnya tidak bisa berfungsi. Bus akhirnya menabrak pembatas jalan, kaca pecah, dan saya terlempar keluar,” ujar Riyan.

AKP Arief menyebut, penyebab pasti masih dalam penyelidikan dengan koordinasi bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng dan Tim Traffic Accident Analysis (TAA).

“Kami masih mendalami apakah kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi atau faktor teknis kendaraan,” jelasnya.

Pemkot Semarang Kirim Bantuan dan Fasilitasi Korban

Menanggapi kecelakaan tersebut, Pemerintah Kota Semarang langsung mengirimkan empat unit ambulans ke lokasi rumah sakit di Pemalang untuk membantu evakuasi dan penanganan korban yang merupakan warganya.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit setempat untuk mempercepat penanganan korban.

“Begitu mendapat kabar bahwa rombongan berasal dari Semarang, kami langsung mengirim ambulans dan berkoordinasi dengan rumah sakit di Pemalang,” ujar Agustina di Semarang.

Empat korban meninggal dunia akan segera dipulangkan ke rumah duka masing-masing di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur.

Baca juga: Bus Siswa Depok yang Kecelakaan di Ciater Tak Layak Jalan, Polisi: Pernah Terbakar

“Kami prioritaskan agar jenazah bisa segera dibawa pulang ke keluarganya. Untuk korban luka, Pemkot akan bantu perawatan dan pemulihan sepenuhnya,” ujarnya.

Biaya Perawatan Ditanggung Pemerintah

Agustina memastikan bahwa seluruh korban mendapat perlindungan penuh, termasuk jaminan biaya pengobatan melalui Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan.

Bagi korban yang belum terdaftar BPJS, Pemkot Semarang akan memfasilitasi melalui program Universal Health Coverage (UHC).

“Kami pastikan warga yang menjadi korban tidak terbebani biaya. Semua akan kami bantu sampai pemulihan,” katanya.

Pemkot juga menyiapkan RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN) dan RS Mijen untuk menampung korban jika dibutuhkan proses perawatan lanjutan di Semarang.

“Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga korban yang meninggal diterima di sisi-Nya, dan yang luka segera pulih,” pungkas Agustina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU