Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 13:30 WIB

Dear Moms, Ini 5 Tips Kendarai Mobil Listrik Baru yang Harus Dipahami Supaya Tetap Awet!

Author

Mobil listrik AION UT lebih hemat dari mobil konvensional. (Dok. GAC AION Indonesia)

INDOZONE.ID - Mobil listrik makin banyak dipilih sebagai kendaraan harian, terutama oleh ibu-ibu yang ingin berkendara lebih nyaman, senyap, dan bebas ribet soal urusan isi bensin.

Selain lebih irit dan ramah lingkungan, mobil listrik juga terkenal minim perawatan. 

Tapi meskipun terlihat simpel, ada beberapa hal penting yang tetap harus dipahami supaya mobil listrik tetap awet sampai bertahun-tahun ke depan.

Biar nggak salah langkah, berikut 5 tips berkendara dan merawat mobil listrik baru yang wajib banget diperhatikan. Simak selengkapnya di bawah ini!

Cara Mengendarai Mobil Listrik Baru untuk Ibu-ibu Supaya Awet

1. Pahami Karakter Akselerasi Mobil Listrik yang Lebih Responsif

AION dan Hyptec, dua mobil listrik GAC yang ramaikan Industri otomotif Indonesia. (Dok. GAC AION Indonesia)

Mobil listrik punya torsi instan, artinya begitu pedal gas diinjak sedikit saja, tenaganya langsung keluar. Buat yang baru pindah dari mobil bensin, hal ini kadang bikin kaget karena responsnya jauh lebih cepat. 

Makanya, kamu perlu membiasakan diri dengan injakan pedal yang lebih halus.

Mengemudi dengan kontrol yang lembut bukan cuma bikin berkendara lebih nyaman, tapi juga membantu menghemat energi baterai dan menjaga komponen tetap bekerja optimal. 

Kalau terburu-buru atau terlalu agresif, yang ada malah bikin konsumsi listrik lebih boros dan ban cepat aus.

2. Gunakan Mode Berkendara Sesuai Kondisi Jalan

BYD Atto 1 dibekali dengan tiga mode berkendara yang bisa disesuaikan. (Doc: BYD Indonesia)

Hampir semua mobil listrik modern punya mode berkendara seperti Eco, Normal, dan Sport. Moms, bisa memilih mode Eco untuk kegiatan harian seperti antar anak sekolah, belanja, atau macet-macetan dalam kota. 

Mode ini bikin mobil lebih efisien karena tenaga dibatasi secara halus.

Baca juga: Geely EX5 Siap Hadang Rivalnya di Segmen Mobil Listrik Compact, Ini 5 Kelebihannya!

Sementara mode Normal cocok untuk penggunaan santai di jalan tol, dan mode Sport sebaiknya hanya dipakai kalau Moms butuh tenaga ekstra, misalnya untuk menyalip di jalur cepat.

Pemilihan mode yang tepat bukan cuma bikin baterai lebih hemat, tapi juga menjaga performa komponen motor listrik biar nggak bekerja terlalu berat.

3. Manfaatkan Fitur Regenerative Braking untuk Hemat Energi

Ilustrasi fitur Regenerative Breaking di mobil listrik. (https://www.elprocus.com/)

Salah satu keunggulan mobil listrik adalah fitur regenerative braking yang bisa mengisi ulang baterai setiap kali kamu melakukan deselerasi.

Banyak pengguna baru yang belum terbiasa memanfaatkannya. Padahal efeknya bisa signifikan dalam menambah jarak tempuh.

Baca juga: Deretan 5 Mobil Terlaris di Indonesia Sepanjang Oktober 2025: Listrik Mulai Merajai Pasar?

Gunakan mode regen yang lebih kuat ketika berkendara di dalam kota agar energi terbuang bisa balik ke baterai. Selain itu, kamu juga jadi lebih jarang pakai rem kaki, yang otomatis bikin kampas rem lebih awet.

4. Jaga Kebiasaan Mengisi Daya, Jangan Terlalu Sering 0 Persen atau 100 Persen

Dokumentasi. Pemilik mobil listrik mengisi daya kendaraannya di sela-sela peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). (ANTARA FOTO/Moch Asim/aww)

Kamu mungkin terbiasa mengisi baterai gadget sampai penuh, tapi untuk mobil listrik, kebiasaannya sedikit berbeda. Idealnya, baterai dijaga di kisaran 20 persen–80 persen untuk menjaga umur sel baterai tetap panjang.

Mengosongkan baterai sampai 0 persen terlalu sering, bisa membuat baterai cepat menurun kinerjanya. Begitu juga sering ngecas sampai 100 persen tanpa alasan khusus.

Baca juga: BYD Atto 1 Sukses Jadi Mobil Listrik Terlaris Sepanjang Oktober 2025, Intip Harga Terbarunya di Sini!

Kalau mau perjalanan jauh, ngecas 100 persen tidak masalah, tapi untuk penggunaan harian ,cukup isi sampai sekitar 80 persen saja. Dengan begitu, baterai tetap sehat dalam jangka panjang.

5. Hindari Mengemudi Secara Kasar dan Jaga Kecepatan Stabil

Ilustrasi mengemudi mobil. (Pixabay/Skitterphoto)

Mobil listrik memang senyap dan halus, tapi itu bukan berarti bisa dipakai asal-asalan. Menjaga kecepatan stabil dan berkendara secara smooth adalah kunci penting agar konsumsi baterai lebih efisien.

Baca juga: Serius Nih? Mobil Listrik Wuling Aishang A100C Harganya Cuma Rp89 Jutaan

Driving style seperti stop–go mendadak, ngebut lalu mengerem keras, atau menikung terlalu agresif bikin sistem listrik dan mekanis bekerja lebih keras dari seharusnya.

Selain boros energi, komponen seperti ban, suspensi, dan rem juga jadi lebih cepat aus. Mengemudi yang tenang bukan cuma bikin mobil lebih awet, tapi juga lebih aman buat kamu dan keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wuling Motors Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU