INDOZONE.ID - Indonesia resmi punya SPKLU Ultra Fast Charging berdaya 480 kW. PT PLN (Persero) bersama PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan Huawei Digital Power Indonesia meresmikan ZORA SPKLU Signature di Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan.
Ini disebut sebagai stasiun pengisian daya ultra cepat pertama di Indonesia dengan teknologi split charging dan liquid cooling system.
Dengan daya maksimal 480 kW, fasilitas ini masuk kategori ultra fast charging. Di atas kertas, pengisian baterai dari 10 persen ke 80 persen hanya butuh sekitar 20 menit.
Untuk kategori medium charging, waktu yang dibutuhkan sekitar 50 menit.
Secara teknis, stasiun ini dilengkapi 12 konektor DC Ultra Fast Charging dan 1 konektor AC Medium Charging.
Desainnya memang diarahkan untuk area dengan lalu lintas tinggi dan kebutuhan pengisian singkat.
Teknologi yang digunakan berasal dari sistem Huawei FusionCharge. Fitur split charging memungkinkan distribusi daya lebih fleksibel, sementara liquid cooling system membantu menjaga performa tetap stabil meski dipakai dalam beban tinggi atau kondisi cuaca ekstrem.
Baca juga: BYD Mobil Listrik Favorit Masyarakat Indonesia, Akses SPKLU Jadi PR Besar
Baca juga: Dukung Pengguna Mobil Listrik, PLN Siapkan 4.500 SPKLU Jelang Libur Nataru 2025–2026
ZORA SPKLU Signature tidak hanya bergantung pada jaringan listrik utama. Infrastruktur ini juga terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS), sehingga bisa memanfaatkan sumber energi bersih secara lebih optimal.
CEO Huawei Digital Power Indonesia, Jin Song, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja cepat yang konkret.
“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim PLN di bawah kepemimpinan jajaran manajemen. Saya masih ingat diskusi pertama kita sekitar bulan Juli tahun lalu. Kini, dalam waktu kurang lebih enam bulan, kita sudah bisa melihat hasil nyata yang luar biasa ini. Ini benar-benar pencapaian yang mengesankan,” kata Jin Song.
Teknologi berbasis AI juga disematkan untuk memastikan efisiensi distribusi daya dan pengalaman pengisian yang lebih cerdas.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, yang mewakili Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, menekankan pentingnya kolaborasi dalam percepatan ekosistem EV.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan, arah transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi bukan mustahil untuk kita wujudkan. Selain rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik juga penting dalam menekan penggunaan BBM yang selama ini mayoritas diperoleh secara impor,” ujar Edwin.
Hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.655 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik.
Menurut Edwin, kolaborasi strategis akan terus didorong agar ketersediaan stasiun pengisian sejalan dengan pertumbuhan pengguna EV.
ZORA SPKLU Signature tidak hanya menghadirkan teknologi cepat. Area tunggu dibuat lebih nyaman dan cozy. Konsepnya diarahkan menjadi destination charging dan lifestyle hub.
PLN juga memperkuat layanan digital lewat fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile.
Fitur Trip Planner membantu pengguna merencanakan rute berdasarkan lokasi SPKLU. Sementara AntreEV dirancang untuk mengatur antrean secara transparan.
“Hadirnya SPKLU Signature ZORA ini merupakan manifestasi dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi menghadirkan ekosistem gaya hidup baru bagi pengguna EV. Dengan teknologi ultra-fast charging dan integrasi AI, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju mobilitas hijau menjadi pengalaman yang menyenangkan, cerdas, dan tanpa hambatan,” jelas Edwin.
Presiden Komisaris MEBI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan arah besar yang ingin dicapai.
“Kita tidak hanya meresmikan sebuah SPKLU, tetapi juga menetapkan arah bahwa Indonesia siap bergerak lebih cepat, bahwa inovasi adalah komitmen kita, serta bahwa masa depan mobilitas hijau dimulai dari sini, dari titik ini,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PLN