Kamis, 07 MEI 2026 • 16:09 WIB

50 Tahun BMW 3 Series, Kini Bersiap Masuk Era Mobil Listrik

Author

50 tahun BMW 3 Series. (bmwgroup.com)

INDOZONE.ID - Buat banyak orang, BMW 3 Series bisa dibilang salah satu mobil yang paling identik dengan BMW. Sedan ini sudah ada sejak tahun 1975 dan sampai sekarang masih jadi andalan BMW di segmen premium.

Selama lima dekade, jumlah produksinya sudah lebih dari 18 juta unit. Angka itu datang dari berbagai pabrik BMW yang tersebar di banyak negara.

Awalnya Seri 3 cuma dirakit di Munich, Jerman. Tapi karena permintaan terus bertambah, BMW mulai membuka produksi di lokasi lain seperti Dingolfing dan Regensburg. Setelah itu, produksinya meluas lagi ke Afrika Selatan, Amerika Serikat, China, Meksiko, India, Thailand, hingga Brasil.

Baca juga: Per Maret, BMW Rilis Seri 3 serta 5 Hybrid Terbarunya!

Menariknya, Seri 3 sering jadi model pertama yang diproduksi ketika BMW membuka pabrik baru. Jadi bukan cuma penting dari sisi penjualan, tapi juga punya peran besar dalam ekspansi BMW ke pasar global.

Di Indonesia, nama BMW 3 Series juga sudah cukup lama dikenal. Banyak yang suka mobil ini karena karakter berkendaranya terasa “BMW banget”. Ukurannya pas, nyaman dipakai harian, tapi tetap enak diajak ngebut.

Transformasi BMW 3 Series. (bmwgroup.com)

Makanya meski sekarang tren SUV lagi besar, Seri 3 masih punya penggemar sendiri. Terutama buat orang yang memang lebih suka sedan premium dibanding SUV.

Perjalanan panjang Seri 3 juga ikut membawa perubahan di sisi produksi BMW. Dulu, proses perakitannya masih cukup konvensional. Sekarang semuanya jauh lebih modern karena BMW sudah memakai sistem digital dan teknologi AI untuk membantu kontrol kualitas kendaraan.

Saat ini Seri 3 sudah masuk generasi ketujuh. Pilihan modelnya juga makin banyak, termasuk versi performa tinggi seperti BMW M3.

Baca juga: 5 Kelebihan BMW Series 3 M Sport 2025: Sedan Premium dengan Performa Memukau di Kelasnya!

BMW bahkan sudah menyiapkan generasi berikutnya yang bakal hadir dalam versi listrik penuh. Produksinya dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 sebagai bagian dari proyek Neue Klasse.

Kalau melihat arah industri otomotif sekarang, langkah BMW ini memang cukup masuk akal. Pasar mobil listrik premium mulai berkembang, termasuk di Indonesia, walaupun belum sebesar pasar SUV.

Meski nanti berubah jadi mobil listrik, BMW tampaknya tetap ingin mempertahankan ciri khas Seri 3 sebagai sedan yang fokus ke kenyamanan dan sensasi berkendara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMW Group

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU