Ilustrasi memutar musik di mobil. (Dok. Magnific.)
INDOZONE.ID - Musik saat berkendara memang bisa membuat perjalanan terasa lebih santai.
Namun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tempo, volume, hingga genre musik dapat memengaruhi konsentrasi pengemudi.
Dalam kondisi tertentu, musik bahkan bisa memicu perilaku berkendara yang lebih agresif dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Bagi banyak orang, menyalakan playlist favorit sudah menjadi ritual sebelum memulai perjalanan. Entah saat terjebak macet di Jakarta atau menempuh perjalanan jauh di jalan tol, musik sering dianggap sebagai teman setia di balik kemudi.
Tapi apakah kebiasaan ini selalu aman?
Sejumlah penelitian menemukan bahwa musik bukan sekadar hiburan di dalam kendaraan. Ritme dan tempo lagu ternyata dapat memengaruhi respons psikologis pengemudi.
Penelitian dari South China University of Technology menunjukkan bahwa musik dengan tempo di atas 120 BPM (beats per minute) dapat meningkatkan adrenalin.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Kelelahan Berkendara Bisa Menurunkan Kemampuan Mendengar
Baca juga: Perbedaan Mobil Konsep, Prototipe dan Produksi Massal yang Perlu Diketahui
Efeknya, pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam dan berkendara lebih agresif dibanding biasanya.
Sebaliknya, musik dengan tempo antara 60 hingga 80 BPM cenderung membantu menjaga emosi tetap stabil.
Pengemudi menjadi lebih rileks dan mampu mempertahankan kecepatan kendaraan secara konsisten.
Fenomena ini sebenarnya cukup mudah ditemui. Coba bandingkan suasana hati saat mendengarkan lagu rock cepat dengan musik akustik yang tenang.
Perubahan mood itu bisa ikut terbawa ke cara seseorang mengendalikan kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Korlantas Polri