Senin, 09 JUNI 2025 • 10:25 WIB

BYD Tuntut 37 Influencer, Siapkan Hadiah Rp11 Miliar untuk Pelapor Info Hoaks

Author

Ilustrasi logo BYD.

INDOZONE.ID - BYD menggugat 37 akun influencer atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial.

Perusahaan mobil listrik asal China ini juga menawarkan hadiah hingga Rp11 miliar bagi siapa pun yang memberikan bukti jika ada yang menyebarkan informasi hoaks terkait brand mereka.

BYD lewat departemen hukumnya mengumumkan langkah tegas terhadap 37 akun influencer yang dianggap menyebarkan konten merugikan secara online pada 4 Juni 2025 lalu.

Dilansir dari Car News China, Senin (9/6/2025), dalam pernyataan resmi di akun WeChat-nya, BYD menyebut mereka juga mengawasi 126 akun lain yang diduga menyebarkan disinformasi.

Li Yunfei, General Manager Divisi Branding dan Humas BYD, menegaskan bahwa semua unggahan dan komentar yang dianggap melanggar sudah didokumentasikan sebagai bukti hukum.

“Kami menyambut kritik media dan pengawasan publik, tetapi kami tidak akan menoleransi konten yang mencemarkan nama baik atau tuduhan palsu,” tulis Li.

“Tindakan hukum akan terus berlanjut,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga: Toyota Luncurkan SUV Listrik bZ5 Pakai Baterai BYD, Desain Terinspirasi ‘Hiu Martil’

BYD kena terguran Komdigi.

Sebagai langkah tambahan, BYD juga memperkuat program pelaporan berinsentif yang sudah berjalan.

Perusahaan menjanjikan hadiah antara 50.000 hingga 5 juta yuan (sekitar Rp96 juta hingga Rp11 miliar) untuk pelapor yang memberikan bukti kuat soal disinformasi yang menyerang reputasi BYD.

BYD mengklaim bahwa selama beberapa tahun terakhir, mereka jadi target serangan online.

Kontennya disebut menyesatkan, merusak citra merek, bahkan berdampak negatif terhadap industri otomotif secara keseluruhan.

Mereka menyebut serangan tersebut terkoordinasi, meski hingga kini belum ada bukti publik yang menguatkan klaim itu.

Baca Juga: Dealer Utama BYD Tiba-Tiba Tutup Buat Ribuan Konsumen Rugi, Ada Masalah Apa Sih?

Contoh Kasus yang Sudah Diadili

Sejumlah kasus sudah masuk pengadilan dan menghasilkan putusan yang berpihak pada BYD.

  • Seorang pengguna Weibo bernama “Zhou Haoran Sean” dinyatakan bersalah karena menuduh BYD menyewa influencer untuk menjatuhkan pesaing. Ia diwajibkan meminta maaf secara publik dan membayar 100.000 yuan (sekitar Rp1,9 miliar).

  • Akun WeChat Video “AutoBiBiBi” juga kalah di pengadilan karena mengunggah konten yang dianggap menghina BYD dan para eksekutifnya. Hasilnya pemilik akun harius meminta maaf dan ganti rugi dengan jumlah yang sama.

  • Dua akun lain, “Taodianchi” dan “Yin Ge Jiang Dianche” (sekarang berganti nama menjadi “Yin Ge Pujie Xinnengyuan”), dinyatakan bersalah karena menyebarkan klaim palsu soal keamanan dan kualitas produk BYD. Mereka harus membayar 60.000 yuan (sekitar Rp1,1 miliar) karena melanggar aturan persaingan usaha.

  • Seorang pengguna lain yang dikenal sebagai “Samo XXX” sempat mengunggah klaim soal kondisi keuangan BYD yang tidak stabil dan isu kebangkrutan. Polisi menjatuhkan hukuman administratif terhadapnya.

  • Pengguna bernama “Grape碎XXX” ditahan karena menyebarkan isu ledakan kendaraan yang ternyata tidak terbukti.

  • Akun bernama “Hoax” bahkan masih dalam penyelidikan kriminal karena dianggap berulang kali mempublikasikan konten memfitnah.

Baca Juga: BYD Diperingatkan Kominfo Gara-Gara Belum Daftar sebagai PSE Privat, Nanti Bisa Diblokir

Menurut BYD, proses hukum terhadap beberapa akun lainnya masih berjalan. Sebagian kasus sudah diputus, tapi ada juga yang masih dalam tahap penyelidikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari influencer yang namanya disebut atau terlibat dalam kasus tersebut. Detail soal isi konten yang memicu tuntutan pun masih minim.

Namun BYD menegaskan bahwa mereka akan terus menempuh jalur hukum untuk melawan penyebaran informasi palsu.

Perusahaan juga menyarankan kepada masyarakat China agar aktif melaporkan konten mencurigakan ke kantor antifenomena hoaks yang mereka bentuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Carnewschina

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU