Tampang tangguh dan stylish New Hilux. (Dok. TAM)
NDOZONE.ID - Mobil double cabin bekas tambang kini menjadi pilihan menarik bagi banyak orang yang menginginkan kendaraan tangguh dengan harga terjangkau.
Di berbagai marketplace otomotif, mobil jenis ini sering dijual dengan banderol yang jauh lebih murah dibandingkan unit sejenis yang belum pernah digunakan di area pertambangan.
Kondisi mobil bekas tambang umumnya jauh lebih 'capek' dibandingkan mobil pribadi. Penggunaan dalam medan berat, seperti tanah berlumpur, jalur berbatu, hingga air yang bisa merendam bagian kaki-kaki.
Jika kamu berencana membeli mobil jenis ini, karena tergiur harganya yang murah, pastikan kamu mengetahui tips-tips penting agar bisa mendapatkan unit yang masih layak pakai dan tidak menjadi beban di kemudian hari.
Berikut ini adalah, lima tips membeli mobil double cabin bekas tambang yang wajib kamu perhatikan.
Ilustrasi perawatan mobil oleh teknisi Suzuki. (Dok. Suzuki).
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menelusuri riwayat penggunaan mobil tersebut. Tanyakan kepada penjual apakah kendaraan digunakan di tambang batubara, nikel, atau proyek konstruksi.
Lingkungan kerja yang ekstrem, sangat mempengaruhi kondisi keseluruhan mobil, baik dari sisi mesin, kaki-kaki, maupun interiornya.
Baca juga: 5 Tips Beli Toyota Fortuner Diesel Bekas yang Harus Kamu Pahami, Jangan Gampang Tergiur!
Jika memungkinkan, minta data atau catatan servis kendaraan. Mobil operasional perusahaan tambang biasanya memiliki buku perawatan berkala.
Dengan mengetahui riwayat tersebut, kamu bisa lebih mudah menilai kondisi mobil, serta memprediksi biaya perbaikan yang mungkin muncul ke depannya.
Ilustrasi melakukan servis berkala secata rutin. (Pixabay/avtoritetkhv).
Mobil double cabin bekas tambang biasanya digunakan setiap hari dalam kondisi berat, dan dengan beban penuh. Akibatnya, mesin bisa mengalami penurunan performa dan kaki-kaki cenderung cepat aus.
Periksa suara mesin saat dinyalakan, apakah terdengar kasar atau tidak stabil. Jika ada getaran atau suara aneh saat mobil digas, bisa jadi ada masalah serius di ruang mesin.
Baca juga: 9 Tips Jitu Beli Mobil Bekas untuk Pemula, Dijamin Gak Zonk!
Selain itu, lakukan pengecekan terhadap sistem suspensi, shock absorber, dan sistem pengereman. Banyak mobil bekas tambang yang sudah mengalami kerusakan di bagian ini karena sering digunakan di jalan bergelombang.
Ilustrasi teknisi Suzuki melakukan perawatan mobil konsumen. (Dok. Suzuki)
Mobil yang digunakan di area tambang sangat mungkin mengalami kerusakan fisik pada bagian bodi. Goresan, penyok, karat, dan cat yang memudar adalah hal yang umum ditemukan.
Lakukan pengecekan menyeluruh pada bagian luar mobil, termasuk bawah pintu, fender, dan sasis. Jangan lupa gunakan senter untuk melihat bagian kolong kendaraan.
Baca juga: Mulai 2025! Balik Nama Motor dan Mobil Bekas Tak Kena Pajak Lagi, Cuma Harus Bayar Ini
Bagian interior juga tidak kalah penting. Banyak mobil bekas tambang yang memiliki jok robek, dashboard rusak, atau sistem AC tidak berfungsi.
Meskipun kerusakan ini tidak mengganggu performa mesin, namun bisa memengaruhi kenyamanan berkendara. Hitung juga estimasi biaya jika kamu ingin melakukan perbaikan interior.
Ilustrasi STNK dan BPKB. (Istimewa)
Kamu wajib memastikan bahwa surat-surat kendaraan lengkap, dan sesuai dengan nomor rangka serta nomor mesin.
Mobil bekas tambang seringkali dijual oleh perusahaan besar, sehingga terkadang masih terdaftar atas nama badan hukum. Pastikan kamu bisa melakukan balik nama dengan mudah dan tidak ada masalah hukum terkait mobil tersebut.
Baca juga: 5 Cara Aman Beli Mobil SUV Bekas yang Wajib Kamu Perhatikan, Jangan Sampai Terkecoh Harga Murah
Jangan lupa cek keaslian BPKB dan STNK. Jika kendaraan tersebut berasal dari daerah terpencil, pastikan status pajaknya aktif atau tidak menunggak dalam waktu lama.
Pajak progresif juga perlu diperhitungkan, apabila kamu membeli lebih dari satu kendaraan atas nama yang sama.
Para teknisi sementara melakukan servis mobil konsumen (Dok. Honda)
Jika kamu tidak terlalu paham soal mesin dan teknis mobil, sebaiknya ajak mekanik kepercayaan untuk mengecek kondisi mobil secara menyeluruh.
Mekanik bisa membantu menilai apakah mobil tersebut masih layak pakai, atau justru membutuhkan perbaikan besar yang akan menguras kantong.
Dengan membawa mobil ke bengkel sebelum dibeli, kamu juga bisa mendapatkan estimasi biaya perbaikan dan perawatan.
Ini penting sebagai bahan pertimbangan harga, apakah nilai jual mobil tersebut sebanding dengan kondisi dan biaya yang harus kamu keluarkan setelah pembelian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: OLX, Auto 2000