Ilustrasi servis motor. (YIMM)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa setang motormu mendadak jadi berat saat belok, atau justru terasa oblak saat melewati jalan rusak?
Jika iya, itu adalah sinyal kuat bahwa ada masalah pada komstir. Komstir atau steering head adalah komponen yang menghubungkan rangka motor dengan garpu depan (fork).
Di dalamnya terdapat peluru-peluru besi (ball bearing), yang memungkinkan setang dapat berbelok dengan halus.
Memasuki tahun 2026, dengan mobilitas yang semakin tinggi dan kondisi jalanan yang bervariasi, menjaga kesehatan komstir menjadi kunci utama keselamatan berkendara.
Jangan tunggu sampai setang mengunci, dan kerusakannya lebih parah. Berikut adalah 4 ciri komstir motor rusak yang wajib kamu deteksi sedari dini!
Ilustrasi stang motor. (freepik)
Ciri yang paling umum dirasakan adalah setang terasa kaku atau berat, terutama saat kamu hendak melakukan manuver berbelok atau selap-selip di kemacetan.
Hal ini biasanya terjadi, karena peluru besi di dalam komstir sudah kering dari pelumas (grease), aus, atau bahkan pecah.
Jika dibiarkan, setang bisa terasa seolah "nyangkut" di satu titik, yang tentu sangat berbahaya saat kamu butuh reaksi cepat di jalan raya.
Ilustrasi jalan rusak. (Freepik/milachka)
Coba perhatikan suara dari area depan motor saat kamu melewati jalanan bergelombang atau polisi tidur. Jika terdengar bunyi ketukan logam seperti "gluduk" atau "cetuk", itu tandanya komstir sudah longgar atau oblak.
Baca juga: Kenali 7 Penyebab Motor Matic Ndut-Ndutan dan Cara Mengatasinya
Suara ini muncul karena adanya celah antara peluru besi dengan rumahnya (race), sehingga saat terjadi guncangan, komponen tersebut saling beradu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda