Kamis, 01 JANUARI 2026 • 10:40 WIB

Transmisi DHT Ramai Digunakan di Mobil Baru, Ini 3 Kelebihan yang Harus Kamu Pahami

Author

Ilustrasi perseneling mobil matic. (Car Parts)

INDOZONE.ID - Industri otomotif global, termasuk di Indonesia, sedang mengalami pergeseran besar menuju era elektrifikasi. Jika dulu kita hanya mengenal transmisi manual dan otomatis konvensional (AT/CVT), kini muncul teknologi baru yang ramai diperbincangkan, yaitu Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Transmisi ini dirancang khusus bukan untuk mesin bensin biasa, melainkan untuk mengoptimalkan kinerja sistem hybrid. Banyak pabrikan besar mulai menyematkan teknologi DHT pada lini mobil terbaru mereka karena kemampuannya dalam menjembatani tenaga dari mesin bensin dan motor listrik secara lebih cerdas.

Lantas, apa yang membuat teknologi ini begitu istimewa dibandingkan transmisi otomatis biasa? Simak lima kelebihan transmisi DHT yang wajib kamu pahami berikut ini.

Kelebihan Transmisi DHT di Mobil Terbaru yang Mulai Banyak Digunakan

1. Integrasi Sempurna antara Mesin dan Motor Listrik

Ilustrasi aki mobil hybrid. (Freepik.)

Berbeda dengan transmisi otomatis konvensional yang biasanya "ditempelkan" pada mesin bensin, DHT dirancang sejak awal sebagai satu kesatuan sistem kelistrikan.

Di dalam unit transmisi DHT, biasanya sudah terdapat satu atau dua motor listrik (Generator dan Traction Motor) serta perangkat kopling yang terintegrasi.

Baca juga: Chery E5 Terbaru Resmi Dirilis untuk Gantikan Omoda, Gimana Spesifikasi yang Diberikan?

Desain terpadu ini memungkinkan mobil melakukan perpindahan mode berkendara secara halus tanpa jeda. Kamu tidak akan merasakan sentakan kasar saat sistem berpindah dari mode listrik murni (EV Mode) ke mode mesin bensin (HEV Mode). Hasilnya adalah pengalaman berkendara yang jauh lebih linear dan nyaman bagi penumpang.

2. Efisiensi Bahan Bakar yang Jauh Lebih Optimal

Ilustrasi BBM (Dok. Antara)

Tujuan utama pengembangan DHT adalah untuk mengejar efisiensi maksimal. Transmisi ini mampu mengatur aliran daya dengan sangat presisi. Saat mobil melaju di kecepatan rendah atau dalam kondisi macet, DHT akan memprioritaskan motor listrik yang bekerja.

Baca juga: 3 Pilihan Mobil Keluarga 9 Seater Terbaik yang Bisa Dipilih: Kabin Lega, Irit BBM, Harga Terjangkau

Namun, saat kamu membutuhkan tenaga besar atau melaju di kecepatan tinggi yang konstan, DHT akan menghubungkan mesin bensin secara langsung ke roda dengan rasio gigi yang paling efisien.

Dengan meminimalkan energi yang terbuang, mobil yang menggunakan transmisi DHT terbukti memiliki konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit dibandingkan mobil non-hybrid maupun mobil hybrid yang masih menggunakan transmisi konvensional.

3. Ukuran Ringkas dan Bobot Lebih Ringan

Chery E5 EV resmi diluncurkan dengan harga terjangkau. (INDOZONE/Dwi Aji)

Karena komponen motor listrik dan unit transmisi berada dalam satu rumah (housing), dimensi keseluruhan transmisi DHT cenderung lebih ringkas. Pengurangan ukuran ini memberikan keuntungan bagi para desainer mobil untuk memaksimalkan ruang kabin agar lebih lega.

Baca juga: Tanpa Insentif Mobil Listrik, Manfaat Ekonomi Rp544 T Diprediksi Hilang

Selain itu, bobot yang lebih ringan berkontribusi langsung pada performa kendaraan. Semakin ringan beban yang harus digerakkan, semakin ringan pula kerja mesin, yang pada akhirnya berdampak positif pada kelincahan manuver kendaraan serta umur pakai komponen kaki-kaki.

Hadirnya transmisi DHT menjadi bukti bahwa teknologi otomotif terus berkembang untuk memberikan keseimbangan antara performa tinggi dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Memahami cara kerjanya akan membantumu lebih yakin saat ingin beralih ke mobil berteknologi hybrid terbaru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Chery Sales Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU