Mobil Listrik Mogok di Jalan Harus Diapain? Ini Hal Penting yang Harus Dipahami: Jangan Panik!
INDOZONE.ID - Mengendarai mobil listrik memang memberikan sensasi modernitas dan efisiensi yang luar biasa. Akan tetapi, sebagai teknologi yang relatif baru bagi banyak orang, situasi darurat, seperti mobil listrik mogok, menimbulkan kepanikan.
Ketidaktahuan akan prosedur keamanan dasar bisa berakibat fatal, baik bagi keselamatan diri maupun kesehatan komponen elektrikal kendaraan yang mahal.
Penyebab mobil listrik mogok bisa beragam, mulai dari habisnya daya baterai secara total (out of juice), masalah pada sistem 12V, hingga kegagalan modul elektronik.
Jika kamu mengalami situasi ini, hal pertama yang harus ditanamkan adalah jangan panik. Simak lima hal penting yang harus kamu pahami dan lakukan saat mobil listrikmu mogok di jalan berikut ini.
Langkah Penting Ketika Mobil Listrik Mogok yang Harus Dipahami Penggunanya
1. Segera Nyalakan Lampu Hazard dan Cari Posisi Aman
Langkah pertama yang harus kamu lakukan saat merasakan gejala kehilangan tenaga, adalah segera menyalakan lampu hazard sebagai tanda darurat bagi pengendara lain.
Jika mobil masih memiliki sedikit sisa momentum, usahakan untuk menepi ke bahu jalan atau tempat yang lebih aman agar tidak menghalangi arus lalu lintas.
Setelah berhenti sempurna, segera pasang segitiga pengaman di jarak yang cukup jauh di belakang mobil (sekitar 30-50 meter di jalan biasa, atau lebih jauh jika di jalan tol).
Mengingat mobil listrik sangat senyap, pengendara lain mungkin tidak menyadari bahwa kendaraan kamu sedang berhenti dalam kondisi darurat, sehingga tanda visual sangatlah krusial.
2. Jangan Pernah Mendorong Mobil Listrik Sembarangan
Ini adalah perbedaan paling mendasar antara mobil listrik dan mobil konvensional. Jika mobil bensin manual mogok, kita terbiasa mendorongnya ke pinggir jalan.
Namun, pada mobil listrik, mendorong mobil secara manual dalam jarak jauh atau kecepatan tinggi sangat tidak disarankan karena dapat merusak motor penggerak.
Baca juga: Mau Liburan Nataru Naik Mobil Listrik? 5 Hal Penting yang Wajib Banget Kamu Perhatikan!
Motor listrik pada banyak jenis mobil listrik akan menghasilkan arus balik listrik jika rodanya berputar secara paksa saat mesin mati. Hal ini berisiko menyebabkan panas berlebih (overheat) pada komponen inverter atau motor itu sendiri.
Jika benar-benar harus digeser ke posisi aman, pastikan mobil berada dalam mode Neutral (N) dan hanya didorong perlahan dalam jarak yang sangat pendek sesuai panduan manual kendaraanmu.
3. Pahami Prosedur Derek yang Benar (Gunakan Towing Gendong)
Jika mobil listrik kamu mogok total dan perlu dibawa ke bengkel resmi, jangan pernah menggunakan jasa derek tarik yang mengangkat dua roda saja.
Mobil listrik wajib diangkut menggunakan truk Towing Gendong (Flatbed) sehingga seluruh roda berada di atas bak truk dan tidak berputar di aspal.
Baca juga: 7 Tips Derek Mobil Mogok yang Aman dan Benar, Perlu Ketelitian!
Memaksakan roda mobil listrik berputar mengikuti tarikan mobil derek biasa bisa merusak sistem transmisi satu percepatan dan sistem magnet permanen pada motor listriknya.
Pastikan saat memanggil layanan bantuan darurat, kamu secara spesifik menyebutkan kendaraan yang akan diderek adalah mobil listrik agar mereka mengirimkan unit flatbed.
4. Periksa Kondisi Baterai 12V (Baterai Aki Biasa)
Sering kali, mobil listrik tidak mau menyala atau sistemnya mati total bukan karena baterai besarnya habis, melainkan baterai Low Voltage 12V (aki biasa) yang tekor.
Baterai 12V ini berfungsi untuk menghidupkan sistem komputer, lampu, dan layar instrumen sebelum baterai utama mengambil alih.
Baca juga: Tanpa Insentif Mobil Listrik, Manfaat Ekonomi Rp544 T Diprediksi Hilang
Jika sistem kelistrikan interior mati, cobalah periksa bagian ini. Beberapa mobil listrik memiliki prosedur jump-start yang mirip dengan mobil biasa, tapi kamu harus sangat berhati-hati dan mengikuti buku manual dengan presisi.
Jangan sembarangan menghubungkan kabel jumper tanpa mengetahui titik terminal yang benar, karena lonjakan arus bisa merusak modul elektronik sensitif.
5. Hubungi Layanan Bantuan Darurat Resmi Pabrikan
Mobil listrik dilengkapi dengan sistem keamanan tingkat tinggi yang akan memutus aliran listrik (high voltage cut-off) secara otomatis jika terdeteksi adanya malfungsi serius. Dalam kondisi ini, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh mekanik umum di pinggir jalan.
Baca juga: Hyundai Bluelink, Satu Sentuhan untuk Bantuan Darurat di Perjalanan
Solusi terbaik adalah segera menghubungi nomor roadside assistance resmi dari pabrikan mobilmu. Mereka memiliki teknisi terlatih yang memahami protokol keamanan tegangan tinggi dan memiliki alat diagnosis yang tepat.
Jangan mencoba mengutak-atik kabel berwarna oranye (kabel tegangan tinggi) di balik kap mesin, karena area tersebut memiliki risiko sengatan listrik yang sangat berbahaya bagi orang awam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hyundai Motors Indonesia