INDOZONE.ID - Berkendara di tahun 2026 dengan mobilitas yang tinggi tentu menuntut kondisi kendaraan yang selalu prima.
Namun, tantangan terbesar bagi para pengendara di Indonesia sering kali bukan hanya kemacetan, melainkan kondisi infrastruktur jalan yang tidak menentu.
Sering menghantam lubang jalanan dengan kecepatan tinggi bukan hanya soal kenyamanan yang terganggu, tapi juga tentang "kesehatan" jangka panjang motor kamu.
Lubang jalanan memberikan beban kejut (shock load) yang luar biasa pada titik-titik tumpuan kendaraan.
Jika hal ini terjadi terus-menerus, beberapa komponen akan mengalami kelelahan material dan berakhir dengan kerusakan.
Yuk, kenali 5 komponen motor yang paling kerap rusak akibat sering menghantam jalanan berlubang!
Part Motor yang Gampang Rusak Jika Menghantam Jalanan Berlubang
1. Pelek (Velg)
Pelek adalah komponen pertama yang menerima hantaman langsung saat roda masuk ke dalam lubang. Pada pelek jenis casting wheel (velg palang), benturan keras dapat menyebabkan bibir pelek penyok atau bahkan pecah/retak.
Sementara pada pelek jari-jari, hantaman lubang sering membuat setelan jari-jari menjadi kendur atau pelek menjadi tidak presisi lagi (oleng).
Jika pelek sudah tidak bulat sempurna, stabilitas berkendara akan sangat terganggu terutama di kecepatan tinggi.
2. Komstir (Steering Head)
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, komstir adalah titik tumpu antara kemudi dan rangka. Hantaman lubang yang keras akan membuat peluru baja (ball bearing) di dalam komstir menekan rumahnya dengan paksa.
Baca juga: 5 Cara Merawat Komstir Motor Matic supaya Awet Meskipun Sering Lewat Jalan Rusak!
Akibatnya, komstir cepat oblak, setang terasa goyang saat mengerem, atau muncul suara "gluduk" yang mengganggu.
Komstir yang rusak, membuat kendali motor menjadi liar dan sangat melelahkan tangan.
3. Ban Motor
Jangan sepelekan ban motor kamu. Selain risiko bocor atau sobek akibat tajamnya pinggiran lubang, ban juga bisa mengalami kerusakan struktur internal yang disebut "ban bunting" atau benjol.
Baca juga: 5 Rekomendasi Ban Motor Matic yang Patut Dipertimbangkan
Benjolan ini terjadi karena kawat di dalam ban putus akibat hantaman benda keras dalam kecepatan tinggi. Ban yang sudah benjol sangat berbahaya karena berisiko meledak sewaktu-waktu dan membuat motor bergetar hebat.
4. Shockbreaker (Suspensi)
Fungsi utama suspensi adalah meredam guncangan, namun setiap komponen memiliki batas kemampuan. Sering menghantam lubang membuat kerja shockbreaker menjadi sangat berat.
Hal ini dapat menyebabkan seal oli pada suspensi bocor, karena tekanan udara dan oli yang melonjak drastis saat terjadi benturan.
Baca juga: 5 Tanda-tanda Shockbreaker Motor Matic Harus Diganti, Jangan Biarkan Kenyamanan Motormu Berkurang!
Jika oli sudah bocor, suspensi akan kehilangan daya redam (rebound) dan membuat motor terasa "mentok" atau keras saat melewati jalan tidak rata.
5. Bearing Roda (Laher)
Komponen kecil ini berada di tengah tromol roda dan berfungsi sebagai bantalan agar roda berputar dengan lancar. Benturan vertikal dari lubang jalanan akan memberikan beban samping yang besar pada bearing.
Baca juga: 5 Penyebab Bearing Roda Motor Rusak, Wajib Perhatikan Hal Ini!
Jika sering menghantam lubang, peluru di dalam bearing akan aus atau pecah, yang ditandai dengan roda depan atau belakang yang goyang meskipun baut as roda sudah kencang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda