INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasakan getaran hebat atau sensasi "ndut-ndutan" pada bagian CVT saat Honda Beat Deluxe milikmu baru mau mulai melaju? Fenomena ini populer disebut dengan istilah gredek.
Masalah ini sering kali dianggap remeh, padahal jika dibiarkan, kenyamanan berkendara akan hilang dan risiko kerusakan komponen lain akan meningkat.
Honda Beat Deluxe, sebagai motor sejuta umat, memang memiliki sistem transmisi CVT yang sangat efisien. Namun, transmisi ini membutuhkan perhatian khusus.
Agar tidak salah penanganan, yuk kenali 5 penyebab mesin Honda Beat Deluxe gredek yang wajib kamu pahami!
Kenapa Mesin Honda Beat Deluxe Gredek? Ternyata Ini Penyebabnya
1. Tumpukan Debu dan Kotoran di Dalam Mangkok Ganda
Penyebab nomor satu yang paling sering terjadi adalah tumpukan debu di dalam clutch housing atau mangkok kopling ganda.
Debu ini biasanya berasal dari sisa-sisa gesekan kampas ganda itu sendiri yang terperangkap di ruang vakum CVT.
Ketika debu menumpuk dan menutupi permukaan mangkok, kampas ganda tidak bisa mencengkeram dengan sempurna.
Akibatnya, terjadi selip sesaat yang menimbulkan getaran atau gredek yang sangat terasa saat motor mulai ditarik gasnya dari posisi diam.
2. Kondisi Kampas Ganda yang Mulai Aus atau Mengeras
Kampas ganda memiliki masa pakai tertentu dan materialnya bisa berubah seiring waktu. Selain karena menipis, kampas ganda bisa mengalami fenomena glazing atau mengeras akibat panas berlebih.
Kampas yang sudah keras tidak lagi memiliki daya cengkeram yang empuk terhadap mangkoknya.
Baca juga: 5 Penyebab Kampas Ganda Motor Matic Cepat Habis, Perhatikan Gaya Berkendara!
Permukaan yang menjadi licin ini membuat proses transfer tenaga dari mesin ke roda belakang menjadi tidak stabil, yang kemudian dirasakan oleh pengendara sebagai getaran kasar pada area mesin bagian belakang.
3. Bentuk Roller yang Sudah Tidak Bulat (Peang)
Roller berfungsi sebagai pemberat untuk mengatur pergerakan pulley depan dalam menyesuaikan rasio kecepatan.
Karena gesekan dan panas yang terus-menerus, roller yang tadinya bulat sempurna bisa berubah bentuk menjadi gepeng atau "peang".
Baca juga: 7 Tanda Roller Motor Matic Aus, Bikin Akselerasi Berat dan Boros BBM
Kondisi roller yang peang ini mengakibatkan pergerakan pulley tidak mulus saat membuka dan menutup sesuai putaran mesin.
Ketidakseimbangan putaran ini merembet ke seluruh sistem transmisi, dan memicu timbulnya suara serta getaran yang tidak wajar, terutama di putaran mesin bawah.
4. Per Centri atau Per Kopling yang Mulai Lemah
Di dalam unit kopling ganda terdapat per kecil yang disebut per centri yang bertugas menahan kampas ganda agar tidak membuka sebelum putaran mesin mencapai titik tertentu.
Jika per ini mulai lembek atau kehilangan daya pegasnya, kampas ganda akan membuka terlalu cepat atau bahkan tidak berbarengan antara satu sisi dengan sisi lainnya.
Baca juga: Tips Merawat CVT Motor Matic: Kenali 3 Komponen Penting dan Cara Mengetahuinya Perlu Diganti
Ketidaksinkronan cengkeraman kampas ke mangkok inilah yang membuat putaran roda tidak stabil di awal akselerasi, sehingga timbul sensasi gredek yang mengganggu.
5. CVT Kering Akibat Kurangnya Pelumas Khusus (Grease)
Meskipun bagian dalam CVT tidak boleh terkena oli mesin, namun ada titik-titik mekanis tertentu yang wajib diberikan grease atau gemuk khusus CVT, seperti pada bagian sliding sheave.
Baca juga: 5 Perawatan CVT Motor Matic yang Perlu Kamu Lakukan Supaya Performanya Tetap Ngacir!
Jika gemuk ini kering karena jarang diservis atau menguap akibat suhu panas yang ekstrem, pergerakan komponen mekanis di dalamnya menjadi seret.
Gerakan yang tidak lancar dan tersendat ini sering kali diterjemahkan menjadi getaran kasar yang menjalar hingga ke sasis motor, membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Honda Cengkareng