Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 11:55 WIB

Cara Mengatasi Mobil Boros Bahan Bakar dan Penyebabnya, Gampang Kok!

Author

Ilustrasi BBM (Dok. Antara)
INDOZONE.ID
- Pernahkah kamu merasa baru saja mengisi bensin penuh, tapi jarum indikator sudah turun dengan cepat padahal jarak yang ditempuh belum terlalu jauh? 

Mobil yang mendadak boros bahan bakar tentu sangat mengganggu anggaran bulanan. 
Namun, sebelum menyalahkan harga BBM yang naik, ada baiknya kamu memeriksa kondisi kendaraan dan gaya berkendara sendiri.

Kabar baiknya, mengatasi mobil boros itu sebenarnya gampang kalau kamu tahu apa yang harus diperbaiki. Mari kita bedah penyebab utamanya beserta solusi praktis agar mobilmu kembali irit!

Penyebab dan Cara Mengatasi Mobil Boros Bensin

1. Perawatan Mesin yang Terabaikan

Ilustrasi servis mobil. (Dok. Auto2000)

Penyebab paling umum dari pemborosan BBM adalah kondisi mesin yang tidak prima. Ketika komponen di dalam mesin kotor, proses pembakaran menjadi tidak sempurna. Akibatnya, mesin harus membakar lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Masalah ini biasanya bersumber dari filter udara yang tersumbat debu, busi yang sudah mulai aus, atau tumpukan karbon di ruang bakar. 

Udara yang terhambat masuk membuat perbandingan bahan bakar dan oksigen tidak seimbang, sehingga bensin terbuang sia-sia.

Baca juga: Mobil Dipakai Perjalanan Jauh? Ini Risikonya Kalau Lupa Servis

Lakukan servis berkala secara rutin. Jangan malas untuk mengganti filter udara jika sudah kotor dan pastikan busi dalam kondisi optimal.

Melakukan tune-up atau pembersihan saluran bahan bakar secara berkala akan sangat membantu mengembalikan efisiensi mesin seperti baru.

2. Tekanan Ban yang Kurang Pas

Ilustrasi mengecek ban mobil. (Freepik.)

Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa ban adalah faktor kunci dalam efisiensi BBM. Ketika tekanan angin pada ban kurang dari standar, permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal menjadi lebih lebar.

Hal ini menciptakan gaya gesek atau hambatan gulir yang lebih besar. Mesin dipaksa bekerja ekstra keras hanya untuk memutar roda yang "berat" tersebut. Ibarat mengayuh sepeda dengan ban kempes, tenaga yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada saat ban terisi penuh

Baca juga: Penyebab Tekanan Angin Ban Kendaraan Cepat Berkurang, Simak Selengkapnya!

Jadi, cek tekanan ban setidaknya seminggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan tekanannya sesuai dengan rekomendasi pabrikan (biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi). 

Menjaga tekanan ban tetap ideal bisa menghemat konsumsi BBM sekitar 3% hingga 5%.

3. Gaya Berkendara yang Agresif

Ilustrasi mengemudi mobil. (Pixabay/Skitterphoto)

Faktor terbesar yang menyebabkan mobil boros sering kali justru datang dari balik kemudi. Kebiasaan menginjak pedal gas secara mendalam secara tiba-tiba (jackrabbit start) dan sering melakukan pengereman mendadak adalah cara tercepat menghabiskan bensin.

Selain itu, memacu mobil dalam kecepatan tinggi secara tidak stabil membuat pasokan bahan bakar ke ruang bakar menjadi berlebih dan tidak efisien.

Baca juga: 5 Cara Aman Nyetir Mobil Manual di Tanjakan yang Perlu Kamu Pahami: Wajib Tahu Timing dan Feeling!

Mulailah menerapkan gaya berkendara Eco-Driving. Injak pedal gas secara perlahan dan bertahap. Gunakan momentum kendaraan dan jaga jarak aman agar kamu tidak perlu sering mengerem mendadak.

Jika mobilmu memiliki fitur Eco Indicator, pastikan lampu tersebut tetap menyala hijau saat kamu berkendara.

4. Beban Berlebih di Dalam Kabin

Bagasi Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 2025. (Mitsubishi)

Mobil bukan gudang penyimpanan. Setiap beban tambahan seberat 50 kg dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 1% hingga 2%.

Semakin berat beban yang diangkut, semakin besar energi yang dibutuhkan mesin untuk menggerakkan kendaraan. Sortir barang-barang di bagasi. Keluarkan perlengkapan yang tidak diperlukan untuk perjalanan harian.

Baca juga: Sebelum Beli, Kenali Perbedaan Roof Rail, Roof Rack dan Roof Box beserta Keunggulannya!

Selain itu, penggunaan rak atap (roof rack) yang tidak terpakai juga sebaiknya dilepas karena menambah hambatan angin yang membuat mobil harus "melawan" udara lebih kuat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mitsubishi Motors

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU