INDOZONE.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, Yamaha sukses mendominasi segmen skutik bongsor dan sporty lewat jajaran motor matic terbarunya.
Salah satu senjata utama yang sering kamu dengar adalah teknologi VVA atau Variable Valves Actuation.
Teknologi ini diklaim menjadi kunci mengapa motor Yamaha tetap terasa bertenaga di putaran bawah, namun tetap bisa "teriak" di putaran atas tanpa kehilangan napas.
Namun, beneran bikin kencang atau sekadar gimmick pemasaran?
Untuk memahami performanya secara utuh, kamu perlu mengetahui bagaimana sistem ini bekerja di dalam ruang mesin.
Berikut adalah, penjelasan mendalam mengenai cara kerja dan keunggulan teknologi VVA pada motor matic Yamaha terbaru.
Bagaimana Cara Kerja Teknologi VVA?
Pada mesin motor konvensional tanpa VVA, profil noken as (camshaft) hanya memiliki satu bumbungan (lobe) tetap untuk mengatur bukaan katup masuk (intake valve).
Masalahnya, setelan mesin yang enak untuk tarikan awal biasanya akan kedodoran di kecepatan tinggi, begitu pun sebaliknya.
Teknologi VVA hadir untuk memecahkan dilema tersebut, dengan menggunakan dua profil bumbungan noken as yang berbeda dalam satu silinder:
1. Profil Low Speed
Ini bekerja saat motor berada di putaran mesin rendah hingga menengah (biasanya di bawah 6.000 RPM).
Baca juga: Perkenalkan Yamaha XR155! Aerox Mini yang Hadir di Taiwan dengan Mesin 155cc VVA
Profil ini dirancang untuk menjaga torsi tetap maksimal dan konsumsi bahan bakar lebih efisien untuk penggunaan harian.
2. Profil High Speed
Begitu mesin menyentuh angka 6.000 RPM ke atas, sebuah solenoid aktuator akan diperintah oleh ECU untuk mendorong pin pengunci.
Pin ini kemudian mengaktifkan profil bumbungan kedua yang lebih tinggi (high lift).
Baca juga: 5 Fungsi VVA di Yamaha Aerox Terbaru 2024, Bisa Bikin Mesin Lebih Kencang?
Hasilnya? Klep akan terbuka lebih lebar dan lama, sehingga pasokan udara dan bensin ke ruang bakar melimpah.
Inilah yang membuat motor terasa seperti mendapatkan "napas kedua" atau dorongan tenaga tambahan saat kamu sedang ngebut.
3 Keunggulan Teknologi VVA di Motor Matic
Kehadiran VVA bukan hanya soal kecepatan maksimal, melainkan soal fleksibilitas mesin. Berikut 3 poin utamanya:
1. Tenaga "Ngisi" Terus di Setiap RPM
Keunggulan yang paling kamu rasakan adalah hilangnya gejala tenaga drop di putaran atas. Jika motor biasa cenderung kehabisan napas setelah melewati kecepatan menengah, motor berteknologi VVA justru akan terus melaju stabil hingga menyentuh batas kecepatan maksimalnya.
2. Kombinasi Irit dan Kencang yang Pas
VVA mematahkan asumsi bahwa motor kencang pasti boros. Karena mesin menggunakan mode "hemat" saat kamu berkendara pelan, bensin tidak terbuang sia-sia.
Baca juga: BBM untuk Motor Injeksi Tak Bisa Sembarangan, Ini Penjelasan Lengkapnya!
Mode "kencang" hanya akan aktif saat kamu benar-benar membutuhkannya untuk menyalip atau melaju di jalan terbuka.
3. Durabilitas Mesin yang Lebih Baik
Karena bukaan klep diatur sesuai kebutuhan putaran mesin, komponen di dalam ruang bakar tidak dipaksa bekerja secara ekstrem secara terus-menerus.
Hal ini menjaga suhu mesin lebih stabil, dibandingkan mesin yang dipaksa memiliki profil tinggi secara permanen sejak putaran bawah.
Baca juga: Begini Cara Kerja Sistem Hybrid di Mesin Skutik Yamaha
Jadi, teknologi ini memberikan kamu motor yang jinak dan irit untuk harian, tapi siap berubah menjadi agresif saat kamu membutuhkan performa.
Inilah yang membuat motor matic Yamaha terasa punya karakter "dua wajah" yang sangat adaptif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yamaha Indonesia