INDOZONE.ID - Pernahkah kamu mendengar suara berdecit saat sedang mengerem, atau tiba-tiba muncul suara melengking atau berdecit yang nyaring dari bagian roda?
Masalah rem berdecit pada motor matik adalah keluhan klasik yang sering dialami pengendara, terutama di tengah kondisi jalanan Indonesia yang berdebu atau saat musim hujan seperti sekarang ini.
Meskipun terkadang rem masih terasa pakem, suara decitan tersebut sebenarnya adalah sinyal peringatan bahwa, ada sesuatu yang tidak beres pada sistem penghenti laju kendaraanmu.
Suara berdecit muncul akibat adanya getaran frekuensi tinggi, yang dihasilkan dari gesekan yang tidak sempurna antara kampas rem dengan piringan cakram atau tromol.
Jika dibiarkan terus-menerus, masalah sepele ini tidak hanya merusak kenyamanan berkendara, tapi juga berpotensi merusak komponen yang lebih mahal atau bahkan membahayakan keselamatan jiwamu di jalan raya.
Berikut adalah, 5 penyebab rem motor matik berdecit yang wajib kamu pahami dan jangan dianggap remeh.
Kenapa Rem Motor Matic Bunyi Berdecit? Ini Penyebab Utamanya
1. Menumpuknya Debu, Pasir, dan Kotoran di Area Rem
Penyebab yang paling umum adalah kotoran yang terjebak di antara kampas rem dan piringan cakram (disc brake).
Debu jalanan, sisa pasir saat melintasi genangan air, hingga residu hasil gesekan rem itu bisa menumpuk di sana.
Saat rem ditekan, partikel keras ini ikut tergesek dan menghasilkan suara decitan yang tajam. Solusinya sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan menyemprot area rem menggunakan air bertekanan atau cairan khusus brake cleaner untuk merontokkan kotoran tersebut.
2. Kondisi Kampas Rem yang Sudah Menipis atau Habis
Jangan pernah menyepelekan bunyi decitan yang terdengar seperti gesekan logam dengan logam. Itu adalah tanda kuat bahwa kampas rem kamu sudah menipis atau benar-benar habis.
Baca juga: Ganti Kampas Rem Motor Tiap Berapa KM? Simak Waktu Ideal yang Harus Kamu Perhatikan!
Pada beberapa merk kampas rem, terdapat indikator pelat kecil yang sengaja dirancang untuk bergesekan dengan cakram dan mengeluarkan bunyi saat kampas sudah mulai habis sebagai tanda peringatan.
Segera ganti kampas remmu sebelum pelat besi pengikat kampas merusak piringan cakram yang harganya jauh lebih menguras kantong.
3. Kampas Rem Mengeras akibat Panas Berlebih (Glazing)
Fenomena glazing terjadi ketika kampas rem mengalami panas yang ekstrem (overheat) namun tidak sampai terbakar.
Biasanya terjadi karena kebiasaan pengendara matik yang sering menahan rem secara terus-menerus di jalanan menurun atau macet.
Suhu yang sangat tinggi mengubah permukaan kampas menjadi licin dan mengeras seperti kaca. Permukaan yang licin ini, tidak dapat mencengkeram cakram dengan sempurna, dan justru menghasilkan getaran yang memicu suara berdecit yang menyebalkan.
Baca juga: Jangan Bingung, Ini 5 Penyebab Rem Motor Kurang Pakem yang Harus Kamu Tahu dan Perbaiki!
Rem adalah garda terdepan keselamatanmu dalam berkendara. Munculnya suara berdecit bukan hanya soal mengganggu telinga orang lain di lampu merah, melainkan indikasi adanya penurunan fungsi pengereman.
Melakukan pembersihan rutin dan pengecekan ketebalan kampas secara berkala adalah, langkah preventif terbaik agar performa motor matikmu selalu prima dan aman digunakan setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SUZUKI