INDOZONE.ID - Mengetahui bodi mobil pernah ditabrak menjadi hal penting, terutama bagi yang sedang ingin membeli mobil bekas.
Harga yang lebih terjangkau memang menjadi daya tarik utama, tetapi kondisi kendaraan tetap harus diperiksa secara teliti agar tidak menyesal di kemudian hari.
Mobil yang pernah mengalami benturan atau kecelakaan umumnya meninggalkan sejumlah tanda pada bagian bodi.
Meski sudah diperbaiki, beberapa ciri biasanya masih bisa dikenali lewat pengecekan visual sederhana.
Berikut tujuh cara mengetahui bodi mobil pernah ditabrak.
Baca juga: Seberapa Layak Datsun Go + Panca Bekas Jadi Mobil Harian? Simak Keunggulannya di Sini!
1. Perhatikan Perbedaan Warna Cat
Cara paling mudah adalah mengecek warna cat pada setiap panel mobil, mulai dari pintu, kap mesin, hingga bagian belakang.
Jika ada warna yang terlihat sedikit berbeda, lebih kusam, atau justru terlalu mengilap dibanding panel lain, hal itu bisa menjadi tanda pernah dilakukan pengecatan ulang.
Kondisi ini kerap terjadi setelah mobil menjalani perbaikan bodi akibat benturan.
2. Cek Celah Antar Panel Mobil
Mobil yang masih orisinal biasanya memiliki jarak celah antar panel yang rapi dan simetris. Coba perhatikan bagian sela pintu, kap mesin, atau bagasi.
Jika jaraknya terlihat tidak rata, misalnya sisi kanan lebih renggang dibanding sisi kiri, bisa jadi ada bagian bodi yang pernah dibongkar atau diperbaiki akibat tabrakan.
3. Lihat Kondisi Baut pada Pintu dan Kap Mesin
Pemeriksaan berikutnya bisa dilakukan pada baut pengikat di area pintu, fender, dan kap mesin.
Mobil yang pernah mengalami perbaikan bodi biasanya memiliki baut dengan bekas obeng atau kunci, seperti goresan, cat terkelupas, atau posisi baut yang tidak lagi mulus seperti bawaan pabrik.
Baca juga: Depresiasi Tinggi, Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati
Baut yang terlihat terlalu baru pada mobil berusia lama juga patut dicurigai.
4. Periksa Bingkai Pintu dan Engsel
Bagian pintu juga bisa menjadi petunjuk penting. Coba buka dan tutup pintu beberapa kali.
Jika terasa kurang presisi, seret, atau tidak menutup rapat, kemungkinan ada perubahan struktur akibat benturan.
Selain itu, perhatikan warna engsel. Engsel bawaan pabrik umumnya berwarna logam alami. Jika warnanya ikut tercat sesuai warna bodi, bisa jadi area tersebut pernah menjalani pengecatan ulang.
5. Cermati Bentuk Bodi dari Kejauhan
Untuk memastikan bentuk mobil masih simetris, coba lihat kendaraan dari jarak sekitar 3-4 meter dengan posisi sedikit menyamping.
Mobil yang sehat umumnya terlihat proporsional. Namun jika bentuknya tampak miring, ada panel yang menonjol, atau garis bodi terasa kurang enak dilihat, hal tersebut bisa menjadi tanda bekas tabrakan.
6. Periksa Dudukan Karet dan Tulangan Bodi
Area di balik karet pintu atau bagasi juga layak dicek.
Jika bagian tulangan besi terlihat bergelombang, tidak lurus, atau ada bekas perbaikan, itu bisa menandakan mobil pernah mengalami benturan cukup keras.
Padahal, struktur asli pabrikan umumnya presisi dan rapi.
Baca juga: 5 Rekomendasi Mobil Diesel Bekas yang Masih Aman Diisi Bio Solar, Harganya Murah!
7. Cek Kaca dan Rangka Mobil
Jangan lupa memeriksa kaca mobil, cek pemasangannya presisi atau justru terlihat sedikit miring.
Selain itu, cek bagian rangka depan dan belakang untuk melihat kemungkinan adanya bekas las, lipatan tidak wajar, atau tambalan.
Bekas pengelasan kasar di rangka bisa menjadi sinyal bahwa mobil pernah mengalami kecelakaan cukup serius.
Jangan Tergiur Harga Murah
Mobil bekas memang bisa menjadi pilihan ekonomis, tetapi pemeriksaan menyeluruh tetap wajib dilakukan.
Dengan mengetahui ciri-ciri bodi mobil pernah ditabrak, kini dapat lebih jeli sebelum memutuskan membeli, sehingga tak hanya mendapat harga menarik, tetapi kendaraan masih layak pakai dan aman digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SUZUKI