INDOZONE.ID - Melakukan modifikasi bore up pada Honda BeAT, merupakan langkah populer bagi para pemilik yang merasa tenaga standar mesin 110cc miliknya kurang nendang untuk kebutuhan harian.
Dengan memperbesar diameter piston, kapasitas mesin otomatis meningkat, dan akselerasi pun terasa lebih responsif. Namun, di balik peningkatan performa tersebut, ada konsekuensi teknis yang wajib kamu pertimbangkan matang-matang.
Sebelum kamu memutuskan untuk pergi ke bengkel bubut, pahami dulu 5 plus minus melakukan bore up pada mesin Honda BeAT berikut ini.
Kelebihan dan Kekurangan Bore Up Mesin Honda Beat Terbaru
1. Peningkatan Akselerasi yang Signifikan
Keuntungan utama dari bore up adalah peningkatan torsi dan tenaga di putaran bawah hingga menengah. Dengan kapasitas mesin yang misalnya naik menjadi 130cc atau lebih, Honda BeAT kamu akan terasa jauh lebih ringan saat diajak menanjak atau ketika harus menyalip kendaraan lain di tengah kemacetan.
Gejala "ngeden" saat membonceng penumpang pun akan berkurang drastis.
2. Tarikan Lebih Responsif Tanpa "Gas Pol"
Karena tenaga sudah tersedia sejak putaran mesin rendah, kamu tidak perlu memutar tuas gas terlalu dalam untuk membuat motor melaju.
Baca juga: Dikira Aman, Teknik Ini Justru Paling Cepat Bikin CVT Motor Matic Rusak
Hal ini memberikan sensasi berkendara yang lebih fun dan enteng, terutama bagi kamu yang sering menempuh rute perkotaan yang menuntut manuver stop-and-go.
3. Suhu Mesin Menjadi Lebih Cepat Panas
Secara teknis, ruang bakar yang lebih luas menghasilkan ledakan tenaga yang lebih besar, yang otomatis meningkatkan suhu panas pada mesin.
Honda BeAT menggunakan sistem pendingin udara (kipas), sehingga risiko overheat akan lebih tinggi dibandingkan kondisi standar.
Baca juga: Ganti Air Radiator Motor Berapa Bulan Sekali? Simak Penjelasannya
Kamu wajib memberikan perhatian ekstra pada sirkulasi udara dan kualitas oli jika tidak ingin piston mendadak macet atau jammed.
4. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Hukum alam dalam modifikasi mesin adalah tenaga lebih besar membutuhkan asupan "nutrisi" yang lebih banyak. Dengan piston yang lebih besar, suplai bahan bakar dan udara yang dibutuhkan ruang bakar pun meningkat.
Baca juga: Daftar Harga Pajak Honda Beat Semua Tahun serta Panduan Bayar Resminya
Jika kamu melakukan bore up tanpa menyesuaikan debit bensin (misalnya melalui remap ECU atau ganti injektor), motor justru akan terasa tersendat dan mesin cepat rusak karena terlalu kering.
5. Usia Pakai Komponen (Durabilitas) Menurun
Mesin standar pabrik sudah dirancang dengan perhitungan keseimbangan antara performa dan keawetan untuk jangka panjang.
Saat kamu melakukan bore up, komponen lain seperti stang seher (connecting rod), kruk as, hingga komponen CVT akan bekerja lebih keras menahan beban tenaga yang meningkat.
Jika pengerjaannya tidak presisi atau perawatannya abai, usia pakai motor kamu dipastikan akan lebih pendek dibandingkan motor standar.
Baca juga: Penjelasan Plus Minus Bore Up Motor yang Harus Kamu Pahami!
Melakukan bore up pada Honda BeAT ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, kamu mendapatkan motor yang jauh lebih bertenaga. Namun di sisi lain, kamu harus siap dengan perawatan yang lebih rutin dan biaya operasional yang sedikit lebih tinggi.
Jika tujuanmu adalah untuk kompetisi atau hobi, bore up adalah pilihan menarik, namun untuk penggunaan harian yang sangat intens, pikirkan kembali aspek durabilitasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Astra-honda.com