INDOZONE.ID - Meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia membuat pemahaman soal fitur keselamatan kendaraan menjadi hal penting bagi pengguna.
Tidak hanya soal efisiensi energi, pengguna mobil listrik wajib memperhatikan aspek safety system mobil listrik yang menjadi salah satu perbedaan utama dari mobil konvensional.
Kendaraan listrik menawarkan rasa aman yang cukup baik, terutama karena banyak model saat ini sudah dilengkapi teknologi keselamatan modern.
Akan tetapi, salah satu perbedaan paling terasa dibanding mobil berbahan bakar konvensional bukan hanya soal efisiensi penggunaan energi, tetapi dukungan fitur dan sistem keselamatan berkendara.
Baca juga: Ini Hal yang Boleh Dilakukan dan Tidak Boleh Dilakukan Bagi Pengguna Baru Mobil Listrik
Hal tersebut turut dirasakan Galih, seorang mahasiswa yang telah menggunakan mobil listrik sejak 2024.
"Rata-rata mobil listrik sekarang sudah dilengkapi sensor, kamera 360, adaptive cruise control, lane assist, atau ADAS,"ujarnya saat Indozone hubungi beberapa hari lalu.
Galih menjelaskan, fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) dinilai membantu meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelalaian pengemudi di jalan.
Sistem Safety EV Perlu Dipahami Pengguna
Meski mobil listrik menawarkan berbagai teknologi modern, Pengguna tetap harus memahami dasar sistem keselamatan kendaraan.
Apalagi, mobil listrik sangat bergantung pada sistem elektronik dan software. Karena itu, pengguna sebaiknya melihat sistem tersebut sebagai bagian dari proteksi kendaraan, bukan sekadar fitur tambahan.
Baca juga: Berapa Biaya Charge Mobil Listrik di SPKLU? Ini Biaya Lengkap dan Cara Menghitungnya
Pemahaman dasar seperti sistem penguncian otomatis, indikator peringatan, hingga potensi gangguan elektronik penting dipahami agar pengguna dapat mengambil langkah awal saat terjadi kendala di jalan.
Kebiasaan Aman Saat Lewati Rel Kereta dan Genangan
Adapun hal yang harus diperhatikan sebagai pengguna mobil listrik adalah memiliki kebiasaan lebih waspada saat melintasi area yang dianggap berisiko, seperti rel kereta maupun genangan air.
Saat melintasi wilayah dengan tegangan listrik besar seperti rel kereta, pengemudi harus bisa menjaga jarak kendaraan di depan agar mobil tetap bisa bergerak dan tidak berhenti di tengah lintasan.
Sementara ketika menemui genangan air, pengemudi disarankan untuk menghindari jalur yang terlihat cukup dalam agar meminimalkan risiko yang tidak diperlukan.
Hal tersebut, seperti dipaparkan Galih. Ia mengatakan selalu berupaya hati-hati dalam mengemudi mobil listrik jika dihadapi dengan kondisi tersebut.
"Saya berprinsip tetap selalu berhati-hati sih kalau misalnya ngelakuin hal yang kayak gitu" ujarnya.
Hal ini menjadi bentuk antisipasi sederhana namun penting bagi pengguna mobil listrik.
Hal Penting yang Harus Diperhatikan bagi Calon Pengguna EV
Hal penting yang harus dipahami bagi calon pengguna mobil listrik adalah memperhatikan dasar safety system kendaraan.
Mulai dari mengenali indikator warning di dashboard, memahami tanda-tanda baterai bermasalah, hingga mengetahui kondisi ketika kendaraan kehilangan tenaga.
Baca juga: Bukan Sekadar Pemanas, Ini Peran Heat Pump di Mobil Listrik
"Kalau itu terjadi, pengguna bisa ambil tindakan yang tepat dan nggak perlu panik di jalan," jelas Galih.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa mobil listrik memang menawarkan efisiensi dan teknologi modern.
Akan tetapi, pemahaman terhadap sistem keselamatan tetap menjadi bekal utama agar pengguna mobil listrik ataupun baru beralih ke mobil listik dapat berkendara dengan aman dan siap menghadapi situasi darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara