INDOZONE.ID - Mengetahui cara mengatasi suara mesin yang masuk ke sistem audio mobil penting dilakukan agar kenyamanan selama perjalanan tetap terjaga, baik bagi pengemudi maupun penumpang.
Pasalnya, tidak jarang muncul suara dengungan atau desisan yang terdengar bersamaan dengan audio kendaraan.
Gangguan yang dikenal sebagai storing ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti instalasi kabel audio yang bermasalah, kondisi aki yang mulai melemah, hingga sistem grounding audio yang kurang optimal.
Baca juga: 5 Bahaya Menggantung Barang di Setang Motor yang Jarang Disadari
Jika mobil kamu mengalami masalah serupa dan suara tersebut mengganggu saat berkendara, simak beberapa cara mengatasi suara mesin yang masuk ke audio mobil berikut ini.
1. Memilih Kabel yang Berkualitas Baik
Munculnya kebocoran suara mesin pada audio mobil sering kali dipicu oleh kekeliruan saat proses instalasi serta kendala kelistrikan akibat penggunaan kabel bermutu rendah.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk meningkatkan kualitas audio, sangat disarankan untuk memilih kabel berkualitas prima demi menjamin daya tahan dan performa yang optimal, khususnya pada jalur penghubung antara head unit dan amplifier.
Di samping memperhatikan kualitas materialnya, aspek penentuan dimensi atau ukuran kabel yang tepat juga wajib disesuaikan dengan kebutuhan daya sistem audio kamu.
2. Menggunakan Anti Storing Mobil
Jika mencari jalan keluar yang paling ringkas, memasang peranti anti-storing adalah opsi terbaik untuk menyudahi problem suara mesin yang masuk ke speaker mobil.
Alat ini bekerja efektif sebagai penyaring arus liar guna memastikan kualitas audio kembali jernih tanpa gangguan eksternal.
Kamu pun tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan solusi ini, sebab di pasaran, perangkat anti-storing berkualitas baik sudah bisa dibawa pulang dengan estimasi harga yang sangat terjangkau, yakni di kisaran Rp100 ribuan saja.
3. Menambahkan Sekring pada Mobil
Pemasangan sekring dapat menjadi opsi tambahan untuk mengatasi gangguan suara mesin sekaligus melindungi sistem kelistrikan audio mobil.
Mengingat instalasi kabel audio yang rentan terhadap risiko korsleting, fungsi utama sekring adalah mencegah kerusakan fatal akibat hubungan arus pendek.
Alat pengaman ini sendiri umumnya dipasang dengan kapasitas ukuran berkisar antara 50 hingga 60 Ampere.
4. Memperbaiki Kembali Kabel Ground
Faktor usia mobil berbanding lurus dengan penurunan kualitas komponen kelistrikannya, termasuk kabel ground.
Kabel massa yang sudah berumur umumnya mengalami peningkatan hambatan (resistance), yang membuatnya tidak lagi mampu menyalurkan arus listrik seefisien sedia kala.
Guna menghindari masalah storing pada audio, pastikan kamu segera memperbaiki atau mengganti kabel ground begitu gejalanya muncul, dan selalu teliti dalam memastikan kualitas instalasinya sudah benar-benar tepat.
5. Memisahkan Jalur Kabel Kelistrikan yang Dibutuhkan
Demi mencegah distorsi, jalur peletakan kabel audio harus dipisahkan sepenuhnya dari instalasi kabel kelistrikan utama kendaraan yang sering kali memancarkan gelombang listrik dari kerja alternator.
Baca juga: Setir Mobil Bergetar di Kecepatan Tinggi? Ini Penyebabnya
Solusi terbaiknya adalah dengan membuat rute penataan baru yang letaknya berjauhan. Pastikan juga untuk menghindari titik temu atau persilangan antarjalur kabel bertenaga tinggi, sebab kondisi ini menjadi pemicu utama munculnya gangguan suara mesin (storing) pada speaker.
6. Mengganti Kabel Busi dengan yang Baru
Yang terakhir cara mengatasi suara mesin masuk ke audio mobil terakhir yaitu dengan mengganti kabel busi dengan yang baru.
Pastikan untuk rutin mengecek kondisi kabel busi, apabila terlihat sudah mengelupas ataupun terlihat tanda bocor maka perlu untuk langsung diganti dengan yang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000