Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 12:59 WIB

Kaleidoskop 2025: EV 'Pujaan' Baru Warga Indonesia, Mobil Nasional di Bawah Rp300 Juta

Author

Denza D9 di GJAW 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Kaleidoskop 2025 industri otomotif Indonesia nampak kontras. Saat pasar mobil konvensional melambat, mobil listrik (EV) justru tancap gas dan menjadi pujaan baru masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah mulai serius mendorong mobil nasional dengan target harga terjangkau, di bawah Rp300 juta.

Penjualan mobil nasional mencatat kenaikan pada November 2025. Data whole sales GAIKINDO menunjukkan distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 74.252 unit, naik tipis 0,32 persen dibanding Oktober.

Sementara itu, retail sales atau penjualan ke konsumen naik lebih signifikan. Angkanya mencapai 79.310 unit, tumbuh 6,1 persen secara bulanan.

November pun menjadi bulan dengan penjualan tertinggi sepanjang 2025.

Baca juga: Tanpa Insentif Mobil Listrik, Manfaat Ekonomi Rp544 T Diprediksi Hilang

Target Tak Tercapai

Meski ada kenaikan di akhir tahun, secara akumulasi penjualan masih tertinggal. Total whole sales Januari–November 2025 berada di angka 710.084 unit, turun 9,6 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Retail sales juga mencerminkan tren serupa, dengan total 739.977 unit, turun dari 807.586 unit pada 2024.

GAIKINDO pun merevisi target penjualan 2025 dari 900 ribu unit menjadi 780 ribu unit.

Baca juga: Pindad Siap Produksi 500 Ribu Unit: Mobil Nasional Jangan cuma Slogan, Harus 'Piloting' Inovasi Teknologi dan Bangun Ekosistem

Jepang Masih Berkuasa

Di tengah perlambatan, merek Jepang masih memegang kendali pasar.

Toyota memimpin dengan 224.018 unit, diikuti Daihatsu (118.774 unit), Mitsubishi (63.918 unit), Suzuki (55.905 unit), dan Honda (53.301 unit).

Toyota Innova Zenix Hybrid. (Dok. Seva)

Namun, peta ini mulai bergeser ketika masuk ke segmen kendaraan listrik.

Mobil Listrik Jadi Bintang di Kaleidoskop 2025

Di saat pasar mobil nasional melambat, EV justru bergerak berlawanan arah.

Dalam dua tahun terakhir, penetrasi mobil listrik melonjak dari 2–3 persen di 2023, menjadi 5 persen di 2024, dan menembus sekitar 12 persen menjelang akhir 2025.

Bahkan pada Oktober–November 2025, adopsi EV sempat menyentuh 15 persen dari total penjualan bulanan.

Indonesia pun disebut sebagai salah satu pasar EV dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

BYD Atto 1 di GJAW 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

BYD Jadi Mesin Utama Pertumbuhan EV

Sepanjang Januari–November 2025, BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 47.300 unit.

Angka ini setara sekitar 57 persen pangsa pasar EV nasional.

Menariknya, total penjualan EV nasional sepanjang 2024 hanya sekitar 43.000 unit. Artinya, BYD sendirian sudah melampaui pasar EV setahun penuh sebelumnya.

Dominasi ini datang dari berbagai segmen, bukan satu model saja.

Dari Hatchback sampai MPV Premium

Di kelas low hatchback, BYD Atto 1 mencatat distribusi sekitar 17.700 unit hanya dalam dua bulan.

Segmen MPV diisi BYD M6 dengan penjualan 9.900 unit, menjadikannya mobil listrik terlaris kedua nasional.

Untuk SUV, BYD Sealion 7 membukukan lebih dari 7.900 unit sejak Februari 2025.

Sementara di kelas premium, DENZA D9 mencatat lebih dari 7.000 unit dan menjadi salah satu MPV listrik mewah terlaris.

Mobil Nasional Harus di Bawah Rp300 Juta

Di tengah lonjakan EV, pemerintah melihat peluang besar di segmen harga terjangkau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pasar terbesar otomotif Indonesia ada di bawah Rp300 juta.

“Kami sudah cek di lapangan, market terbesar adalah mobil-mobil di bawah Rp300 juta. Ini yang didorong pemerintah,” ujarnya.

Menurut Airlangga, mobil nasional hanya akan relevan jika sesuai dengan daya beli mayoritas masyarakat.

Pemerintah Siapkan Anggaran Mobil Nasional

Kabinet Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk proyek mobil nasional.

“Arahan Bapak Presiden, kita perlu menyediakan anggaran untuk pengembangan mobil nasional,” kata Airlangga.

Meski belum ada jadwal produksi resmi, proyek ini diklaim sudah masuk tahap proses awal.

Harga Mobil Konvensional Ikut Tertekan

Airlangga juga menyoroti dampak langsung kehadiran mobil listrik terhadap pasar.

Penjualan EV tercatat naik 18,27 persen dan memberi tekanan ke harga mobil konvensional.

“Di pameran BSD, harga mobil rata-rata Rp300 juta, bahkan ada yang Rp175–190 juta. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

EV tak hanya mengubah teknologi, tapi juga struktur harga pasar.

i2C, Kandidat Mobil Nasional Masa Depan?

Dalam GIIAS 2025, PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) memperkenalkan mobil konsep listrik i2C.

SUV futuristik ini dikembangkan bersama Italdesign Italia, dengan sentuhan lokal seperti simbol Garuda dan motif batik.

Mobil konsep i2C, SUV buatan indonesia hadir di GIIAS 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Model yang dipamerkan masih berupa clay model skala penuh, namun TMI menargetkan produksi massal pada akhir 2027 atau awal 2028.

Timeline ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo bahwa Indonesia akan memiliki mobil buatan sendiri dalam tiga tahun ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU