Selasa, 13 JANUARI 2026 • 12:30 WIB

Wajib Diantisipasi! Waspada Fenomena Microsleep Saat Berkendara Jelang Ramadan

Author

Ilustrasi pengemudi mengantuk saat mengendarai mobil. (Freepik)

INDOZONE.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan tahun 2026, intensitas mobilitas masyarakat di Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Selain persiapan batin, persiapan fisik saat melakukan perjalanan jauh, baik untuk keperluan logistik maupun tradisi mudik lebih awal, menjadi hal yang krusial.

Salah satu ancaman paling sunyi namun mematikan di jalan raya adalah, fenomena microsleep saat berkendara.

Kondisi ini sering kali dianggap sepele oleh pengemudi. Padahal, dampaknya bisa berujung pada kecelakaan fatal yang merenggut nyawa. 

Terlebih lagi, tantangan fisik akan meningkat ketika tubuh harus beradaptasi dengan pola tidur dan pola makan yang berubah selama bulan puasa.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai bahaya microsleep saat berkendara tersebut, serta langkah preventif yang dapat diambil untuk memastikan keselamatan kamu dan keluarga.

Apa Itu Microsleep saat Berkendara dan Mengapa Sangat Berbahaya?

Ilustrasi lelah dan mengantuk saat mudik.

Secara medis, microsleep adalah suatu kejadian di mana seseorang tertidur secara tiba-tiba dalam durasi yang sangat singkat, mulai dari satu detik hingga tiga puluh detik.

Pada saat fenomena ini terjadi, otak kamu akan "terputus" dari kesadaran meskipun mata kamu mungkin terlihat masih terbuka lebar.

Dalam konteks berkendara, durasi beberapa detik saja sudah cukup untuk menyebabkan kendaraan kehilangan kendali sepenuhnya tanpa kamu sadari. 

Baca juga: Tips Cek Ban dan Berkendara Aman Sebelum Libur Nataru, Hati-Hati saat Kondisi Hujan!

Bayangkan jika kamu berkendara dengan kecepatan 80 km/jam di jalan tol. Dalam satu detik saja, kendaraan kamu sudah melaju sejauh kurang lebih 22 meter.

Jika kamu mengalami microsleep selama tiga detik, berarti kendaraan melaju tanpa kendali sejauh lebih dari 60 meter.

Dalam jarak tersebut, kendaraan bisa berpindah jalur, menabrak pembatas jalan, atau menghantam kendaraan lain di depan tanpa ada usaha pengereman sedikit pun.

Inilah yang membuat microsleep saat berkendara menjadi penyebab utama kecelakaan maut di jalan bebas hambatan.

Cara Mencegah Microsleep saat Berkendara di Bulan Puasa

1. Prioritaskan Tidur Berkualitas Sebelum Berangkat

susah tidur (istock/Filmstax)

Jika kamu berencana melakukan perjalanan jauh setelah sahur atau pada pagi hari, pastikan kamu sudah tidur minimal 6 hingga 7 jam pada malam sebelumnya.

Tidur yang cukup adalah satu-satunya cara paling ampuh untuk membayar "utang tidur" agar otak kamu tetap segar sepanjang perjalanan.

Jangan memaksakan diri untuk berangkat jika kamu merasa tidur semalam sangat terganggu atau tidak nyenyak.

2. Beristirahat Setiap Dua Jam Sekali

Ilustrasi tempat rest area untuk pengendara beriistirahat. (Auto 2000)

Otak manusia memiliki batas maksimal dalam menjaga konsentrasi tingkat tinggi secara terus-menerus. Sangat disarankan bagi kamu untuk menepi, dan beristirahat setiap dua jam sekali, meskipun kamu merasa belum terlalu lelah.

Baca juga: Ini Tips Berhenti di Rest Area yang Aman dan Efisien, Wajib Perhatikan Hal Ini!

Gunakan waktu istirahat selama 15 hingga 20 menit untuk sekadar keluar dari mobil, melakukan peregangan otot, dan menghirup udara segar guna mengembalikan sirkulasi oksigen yang baik ke otak.

3. Power Nap: Senjata Ampuh Melawan Kantuk

Ilustrasi tidur untuk kesehatan jantung. (Freepik)

Jika rasa kantuk sudah tidak tertahankan lagi, metode paling efektif adalah melakukan power nap. Berhentilah di rest area yang aman, lalu tidurlah selama 15 hingga 20 menit saja.

Durasi singkat ini, sudah cukup untuk menyegarkan kembali sistem saraf pusat kamu tanpa membuat kamu merasa pusing akibat masuk ke fase tidur yang terlalu dalam.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Ngantuk dan Kelelahan Saat Nyetir Mobil dalam Perjalanan Mudik!

Setelah bangun, berikan waktu 5 hingga 10 menit bagi tubuh kamu, untuk benar-benar sadar sebelum mulai mengemudi kembali.

4. Memanfaatkan Teman Perjalanan (Co-Driver)

Ilustrasi berkendara di jalan tol. (Foto/Unsplash/Takahiro Taguchi)

Sangat disarankan agar kamu tidak mengemudi sendirian dalam perjalanan jauh. Kehadiran teman atau anggota keluarga yang terjaga bisa menjadi pengawas alami bagi kamu.

Baca juga: 5 Panduan Memberantas Rasa Ngantuk Saat Sedang Mengendarai Mobil

Teman perjalanan bisa mengajak kamu mengobrol ringan untuk menjaga otak tetap aktif bekerja. Selain itu, mereka bisa memantau jika cara mengemudi kamu mulai terlihat tidak stabil atau tidak wajar.

5. Pengaturan Pola Makan saat Sahur dan Buka

Kentang Tumbuh Tunas Masih Aman Dimakan atau Mending Dibuang? Simak Penjelasannya.

Saat kamu menjalankan ibadah puasa, hindari mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat berlebih, atau kadar gula yang terlalu tinggi secara mendadak saat sahur.

Lonjakan insulin setelah mengonsumsi gula berlebih dapat memicu rasa kantuk yang luar biasa beberapa jam kemudian.

Pilihlah makanan yang melepaskan energi secara perlahan, seperti gandum utuh, kacang-kacangan, atau buah-buahan yang kaya akan serat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU