Selasa, 12 MEI 2026 • 18:00 WIB

Apakah Mobil Listrik Memiliki Battery Health Seperti Smartphone dan Bagaimana Cara Ceknya? Simak Selengkapnya

Author

Ilusytrasi Battery Health Mobil Listrik (Freepik)

INDOZONE.ID - Apakah mobil listrik memiliki battery health seperti smartphone? Pertanyaan ini kerap muncul seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Melansir laman Gridserve, Selas (12/05/2026) baterai pada mobil listrik sebenarnya memiliki konsep yang mirip dengan baterai pada ponsel atau laptop.

Perbedaannya hanya terletak pada ukuran dan kapasitasnya yang jauh lebih besar.

Karena menggunakan baterai lithium-ion, mobil listrik juga akan mengalami penurunan kualitas baterai seiring waktu.

Akan tetapi, proses degradasi tersebut berlangsung cukup lambat jika dibandingkan dengan kekhawatiran banyak orang.

Baca juga: Dear Pengguna Mobil Listrik, Waspada Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Kerusakan Baterai!

Mengenal Battery Health pada Mobil Listrik

Dalam dunia kendaraan listrik, kondisi kesehatan baterai dikenal dengan istilah State of Health atau SoH.

Berdasarkan laman Gridserve, SoH menunjukkan seberapa baik kondisi baterai dibandingkan saat masih baru.

Meski indikator baterai menunjukkan angka 100 persen, hal itu tidak selalu berarti kesehatan baterai masih sempurna.

Seiring usia pemakaian, kemampuan baterai untuk menyimpan daya akan perlahan menurun.

Namun kabar baiknya, penurunan tersebut tidak terjadi secara drastis.

Studi yang dikutip Gridserve menunjukkan rata-rata kesehatan baterai mobil listrik setelah lima tahun masih mendekati 90 persen.

Baca juga: Tips Merawat Baterai Mobil Hybrid Supaya Awet dan Tahan Lama

Mengapa Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Berkurang?

Selain faktor usia baterai, terdapat kondisi lain yang memengaruhi jarak tempuh mobil listrik, yaitu State of Balance atau SoB.

Baterai mobil listrik terdiri dari ribuan sel kecil di dalam beberapa modul.

Saat proses pengisian dan penggunaan berlangsung, tidak semua sel bekerja secara seimbang. Ada sel yang terisi lebih cepat, sementara sebagian lainnya tertinggal.

Ketidakseimbangan ini membuat kapasitas baterai tidak bekerja maksimal, sehingga jarak tempuh kendaraan bisa terasa lebih pendek meski indikator daya sudah penuh.

Berdasarkan laman Gridserve, kondisi tersebut juga bisa terjadi jika mobil terlalu lama tidak digunakan.

Baca juga: Jangan Sampai Habis di Jalan! Ini Cara Hemat Baterai Mobil Listrik Saat Mudik

Cara Menjaga Kesehatan Baterai Mobil Listrik

Untuk menjaga battery health tetap optimal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pemilik kendaraan listrik.

1. Jaga Daya di Kisaran 20 hingga 80 Persen

Baterai lithium-ion bekerja lebih optimal ketika kapasitas daya berada di rentang tersebut. Mengisi daya hingga penuh terus-menerus dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.

2. Gunakan Pengisian Daya Lambat Secara Berkala

Melansir laman Gridserve, pengisian daya lambat atau AC charging membantu menyeimbangkan kembali sel baterai. Cara ini dapat membantu menjaga performa dan jarak tempuh kendaraan.

3. Hindari Terlalu Sering Fast Charging

Pengisian cepat memang praktis, tetapi penggunaan berlebihan bisa memengaruhi umur baterai dalam jangka panjang.

Karena itu, pengisian cepat sebaiknya dikombinasikan dengan pengisian normal.

4. Perhatikan Suhu Lingkungan

Suhu ekstrem juga memengaruhi performa baterai mobil listrik. Cuaca terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat kinerja baterai menurun sementara.

Baca juga: Ngisi Baterai Mobil Listrik Cuma 5 Menit, Bos BYD Indonesia Bilang Bisa Kok

Bagaimana Cara Mengecek Battery Health Mobil Listrik?

Pada umumnya, kondisi kesehatan baterai dapat dipantau melalui sistem informasi kendaraan atau aplikasi bawaan mobil listrik.

Beberapa produsen turut menyediakan laporan kesehatan baterai saat servis berkala.

Selain melihat persentase daya, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan perubahan jarak tempuh dan performa pengisian daya.

Jika kapasitas terasa jauh menurun dibanding biasanya, hal itu bisa menjadi tanda adanya penurunan kesehatan baterai.

Meski begitu, berdasarkan laman Gridserve, penurunan kualitas baterai mobil listrik terjadi secara perlahan sehingga pengguna tidak perlu terlalu khawatir selama kendaraan dirawat dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gridserve

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU