Minggu, 07 JUNI 2026 • 12:20 WIB

Mobil Hybrid vs Mobil Biasa, Mana Lebih Untung?

Author

Ilustrasi mobil hybrid. (Dok. Magnify)

INDOZONE.ID - Mobil hybrid semakin sering terlihat di jalanan Indonesia.

Apalagi, di tengah harga BBM yang naik turun dan tren kendaraan elektrifikasi, mobil hybrid menjadi pilihan yang menarik karena menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Tapi apakah mobil hybrid benar-benar lebih menguntungkan dibanding mobil biasa?

Sebelum memutuskan, ada baiknya memahami dulu bagaimana teknologi hybrid bekerja dan apa saja perbedaannya dengan mobil bermesin bensin biasa.

Baca juga: Data Penjualan Mobil Terlaris April 2026: Dominasi MPV dan LCGC, Mobil Hybrid hingga EV Mulai Naik

Apa Itu Mobil Hybrid?

Melansir laman Suzuki Indonesia, mobil hybrid adalah kendaraan yang menggunakan dua sumber tenaga sekaligus, yakni mesin bensin dan motor listrik.

Gampangnya sih, teknologi ini menjadi jembatan antara mobil konvensional dan mobil listrik murni.

Pengemudi tetap mengisi bensin seperti biasa, tetapi kendaraan juga memanfaatkan tenaga listrik untuk membantu menggerakkan roda.

Oleh karena itu, konsumsi bahan bakarnya cenderung lebih efisien, terutama saat digunakan di dalam kota yang sering diwarnai kemacetan.

Baca juga: Jetour T1 Hybrid Meluncur, Klaim Tembus 1.200 Km

Cara Kerja Mobil Hybrid

Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah sistemnya bekerja secara otomatis.

Pengemudi tidak perlu repot memilih kapan harus menggunakan bensin atau listrik.

Saat kendaraan melaju pelan atau terjebak macet, motor listrik biasanya mengambil peran lebih besar. Ketika dibutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin akan ikut bekerja.

Ada juga teknologi regenerative braking. Sistem ini mengubah energi saat pengereman menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai.

Jenis Mobil Hybrid

Tidak semua mobil hybrid memiliki sistem yang sama.

Full Hybrid

Mobil bisa berjalan menggunakan tenaga listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya.

Mild Hybrid

Motor listrik hanya membantu kerja mesin bensin dan tidak bisa menggerakkan mobil secara mandiri.

Plug-in Hybrid (PHEV)

Jenis ini memiliki baterai lebih besar dan bisa diisi ulang melalui sumber listrik eksternal.

Belakangan, model PHEV mulai banyak dilirik karena menawarkan jarak tempuh listrik yang lebih panjang dibanding hybrid biasa.

Mobil Hybrid vs Mobil Biasa

Lalu apa perbedaan paling terasa antara mobil hybrid dan mobil konvensional?

1. Konsumsi Bahan Bakar

Ini menjadi alasan utama banyak orang beralih ke hybrid.

Karena mendapat bantuan motor listrik, mesin bensin tidak bekerja terlalu keras. Hasilnya, konsumsi BBM bisa lebih hemat dibanding mobil biasa, terutama saat berkendara di area perkotaan.

2. Emisi Gas Buang

Mobil hybrid menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah karena sebagian tenaga berasal dari listrik.

Meski belum sebersih mobil listrik murni, teknologi ini dianggap sebagai langkah transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

3. Harga Pembelian

Di sisi lain, harga mobil hybrid masih lebih mahal dibanding model konvensional yang setara.

Biaya tambahan tersebut berasal dari baterai, motor listrik, dan sistem elektronik yang lebih kompleks.

4. Perawatan

Banyak orang mengira mobil hybrid lebih mudah rusak. Faktanya tidak selalu begitu.

Beberapa komponen seperti kampas rem justru bisa lebih awet berkat sistem regenerative braking.

Namun jika terjadi kerusakan pada sistem hybrid atau baterai, biaya perbaikannya bisa lebih mahal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU