INDOZONE.ID - Di tengah dominasi pabrikan seperti Ducati, Honda, Yamaha, KTM, dan Aprilia di ajang MotoGP, banyak penggemar bertanya-tanya mengapa BMW Motorrad tidak pernah menjadi peserta tetap di kelas premier tersebut.
Padahal, BMW dikenal sebagai salah satu produsen motor premium dunia yang memiliki lini motor sport berperforma tinggi, seperti BMW M 1000 RR dan BMW S 1000 RR.
Jawabannya bukan karena BMW tidak mampu membangun motor MotoGP, melainkan karena pertimbangan bisnis dan strategi motorsport yang berbeda.
Fokus pada WorldSBK yang Lebih Relevan dengan Motor Produksi
Berbeda dengan MotoGP yang menggunakan motor prototipe khusus untuk balapan, FIM Superbike World Championship mewajibkan setiap motor balap berasal dari model produksi massal yang dijual kepada konsumen.
Baca juga: BMW iX3 50 xDrive Bikin Heboh, SUV Listrik Ini Bisa Tempuh Hampir 500 Km di Tol
Artinya, teknologi yang dikembangkan di lintasan dapat diterapkan secara langsung pada motor yang dipasarkan ke publik.
Inilah alasan mengapa BMW lebih memilih mengembangkan program balapnya di WorldSBK. Melalui kompetisi tersebut, performa motor seperti BMW M 1000 RR dapat menjadi etalase teknologi sekaligus memperkuat citra produk yang dijual di dealer di seluruh dunia.
BMW sendiri menyebut WorldSBK sebagai kelas tertinggi balap motor berbasis produksi (production-based racing) dan menjadikannya salah satu fokus utama divisi motorsport mereka.
MotoGP Menggunakan Motor Purwarupa
MotoGP memiliki filosofi yang berbeda.
Motor yang digunakan merupakan purwarupa (prototype) yang dibuat khusus untuk balapan dan tidak dijual kepada masyarakat umum. Hampir seluruh komponennya dirancang tanpa harus mengikuti spesifikasi motor produksi.
Karena itu, biaya riset dan pengembangannya jauh lebih besar dibandingkan kejuaraan berbasis motor produksi.
Baca juga: Ternyata Ini Perubahan Setelah MotoGP 2025 Pilih Castrol
Bagi BMW, investasi sebesar itu harus memberikan manfaat bisnis yang sepadan. Jika teknologi yang dikembangkan sulit diterapkan langsung pada produk komersial, nilai investasinya menjadi lebih kecil dibandingkan pengembangan motor produksi melalui WorldSBK.
Strategi BMW Lebih Berorientasi pada Produk
Selama bertahun-tahun, BMW menjadikan motorsport sebagai sarana pengembangan teknologi untuk kendaraan yang benar-benar dijual kepada konsumen.
Keikutsertaan di WorldSBK memungkinkan insinyur BMW menguji mesin, sasis, elektronik, hingga aerodinamika dalam kondisi ekstrem, kemudian mengadaptasinya ke motor produksi seperti M 1000 RR.
Strategi tersebut dinilai lebih efektif untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus mendongkrak penjualan global dibanding membangun motor prototipe yang hanya digunakan di MotoGP.
Apakah BMW Tidak Pernah Tertarik Masuk MotoGP?
Sebenarnya, peluang itu pernah dibahas.
CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, mengungkapkan bahwa MotoGP beberapa kali menjadi bahan diskusi internal perusahaan. Namun, hingga saat ini BMW belum melihat waktu yang tepat untuk masuk sebagai tim pabrikan penuh.
Bahkan ketika MotoGP memperkenalkan regulasi baru mulai 2027, BMW menyatakan bahwa bergabung pada periode tersebut belum menjadi pilihan yang realistis, meski pintu untuk masa depan tetap terbuka.
Baca juga: 50 Tahun BMW 3 Series, Kini Bersiap Masuk Era Mobil Listrik
BMW Tetap Hadir di MotoGP
Meski tidak memiliki tim balap, BMW bukan nama asing di MotoGP.
Sejak 1999, BMW M telah menjadi pemasok resmi mobil keselamatan (Safety Car) untuk MotoGP. Kehadiran tersebut membuat merek asal Jerman itu tetap memperoleh eksposur global tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membangun program balap prototipe.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Motosport.com, Bmw.motorrad