INDOZONE.ID - Air radiator atau cairan coolant radiator memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin motor tetap stabil.
Terutama pada motor dengan performa tinggi, sistem pendingin berbasis cairan menjadi komponen vital agar mesin tidak mengalami overheat.
Mesin dengan kompresi tinggi cenderung menghasilkan panas lebih besar. Karena itu, selain pendinginan dari udara, dibutuhkan coolant untuk membantu menjaga suhu tetap ideal selama motor digunakan.
Lantas, ganti air radiator motor berapa bulan sekali? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Apakah Ban Tubeless Membutuhkan Cairan? Simak Fakta dan Risikonya
Fungsi Air Radiator pada Motor
Sebelum mengetahui jadwal penggantiannya, penting untuk memahami fungsi utama air radiator pada sepeda motor:
1. Menyerap Panas Mesin
Cairan coolant bekerja dengan menyerap panas dari mesin, khususnya di bagian silinder dan kepala silinder melalui jalur water jacket.
Setelah itu, cairan panas akan mengalir ke radiator untuk didinginkan sebelum kembali bersirkulasi ke mesin.
2. Membantu Mendeteksi Kebocoran
Coolant umumnya memiliki warna mencolok seperti hijau atau merah. Warna ini memudahkan pemilik motor untuk mengenali jika terjadi kebocoran pada sistem pendingin.
Baca juga: Kenapa Kopling Motor Keras Saat Dibawa Jalan? Ternyata ini Penyebabnya!
3. Meningkatkan Titik Didih dan Mencegah Karat
Cairan radiator mengandung zat kimia khusus yang berfungsi untuk meningkatkan titik didih serta mencegah karat di dalam sistem pendingin mesin.
Ganti Air Radiator Motor Berapa Bulan Sekali?
Secara umum, air radiator motor sebaiknya diganti setiap 36.000 km atau sekitar 3 tahun sekali. Namun, pengecekan tetap perlu dilakukan secara berkala, yaitu setiap 12.000 km untuk memastikan volume dan kondisi cairan masih layak.
Baca juga: 5 Alasan Wajib Cek Ban Mobil Setelah Mudik
Jika dikonversikan ke waktu, maka penggantian coolant bisa dilakukan sekitar 2–3 tahun sekali, tergantung intensitas pemakaian motor.
Tips Aman Mengganti Air Radiator
Agar proses penggantian berjalan aman dan optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pastikan mesin dalam kondisi dingin sebelum membuka radiator
- Gunakan coolant sesuai rekomendasi pabrikan
- Lakukan penggantian di bengkel terpercaya seperti AHASS jika ragu melakukannya sendiri
Mengetahui jadwal ganti air radiator motor sangat penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
Baca juga: 5 Cara Ampuh Atasi Tarikan Gas Motor yang Lemot
Idealnya, coolant diganti setiap 2-3 tahun atau setelah menempuh 36.000 km, dengan pengecekan rutin setiap 12.000 km.
Itulah jadwal ganti air radiaotr pada motor. Dengan perawatan yang tepat, unit motor baik matic maupun sport, akan lebih awet, bertenaga, dan terhindar dari risiko overheat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Astra-honda.com